Bisikan Setan: Nanti Saja, Taubat di Neraka!

Bisikan Setan: Nanti Saja, Taubat di Neraka!
Ilustrasi/Net

 Bisikan setan ketika seorang Anak Adam belum pernah bermaksiat adalah kalimat ajakan untuk mencoba. Apa pun jenis perbuatan sia-sia dan kemaksiatannya, setan akan membisiki dengan kalimat, "Cobain aja. Cuma sekali ini. Setelah itu udahan. Taubat."

Bisikan itu pun diiringi dengan bumbu-bumbu rasa penasaran khas manusia. Bahwa perasaan ingin tahu dan ingin mencoba itu manusiawi. Lantaran itu pula, setan akan makin bersemangat dengan menggoda pasukannya dari golongan manusia untuk memotivasi calon korban.

Dari dalam diri manusia yang sedang diprospek, akan timbul rasa penasaran yang kemudian terejawantah dalam pertanyaan. Maka, dia pun mencari-cari sosok dekat yang bisa menjaga rahasia dan biasa diajak diskusi tentang sesuatu yang tengah mengganggu perasaannya itu.

Saat bertemu itulah, keduanya terlibat diskusi serius. Terkait rasanya, bagaimana caranya, dampak awalnya, dan lain sebagainya.

Jika tahap ini sudah terjadi, maka tahap berikutnya siap dikerahkan oleh setan-setan terlaknat. Misalnya, bertemunya kebetulan dengan bisikan jahat yang mulai dituruti itu. Alhasil, setan pun bisa membisiki lagi, "Tuh, kan. Ketemu jalannya. Dimudahkan."

Di tahap inilah pertarungan sudah tidak imbang. Apalagi, manusia sudah terasuki niat buruk yang sudah mulai dikerjakan sedikit demi sedikit. Peluang tergoda menjadi lebih besar. Dan saat dosa pertama sudah dikerjakan, kemungkinan taubatnya akan semakin sukar.

Berikutnya, saat seorang Anak Adam sudah melakukan dosa pertama, dia pun akan dibisiki rasa waswas di dalam dirinya. Bentuknya bermacam rupa. Misalnya: kalau sekali belum bisa merasakan, harus dua sampai tiga kali; bahaya jika sampai ketahuan keluarga dan orang terdekat; kamu harus mencari cara untuk berkelit, dan lain sebagainya hingga dosa-dosa berikutnya pun tak bisa dielakkan, lalu menjadi kebiasaan.

Saat perbuatan dosa sudah menjadi kebiasaan, perkaranya akan semakin rumit. Peluang taubat semakin dipersempit oleh dirinya sendiri, padahal Allah Taala membuka pintu taubatnya dua puluh empat jam dalam sehari.

Bentuk dari bisikan setan saat itu, di antaranya adalah kalimat amat menyesatkan, "Tanggung. Meski taubat, kau akan kembali berdosa lagi. Mending lanjutin. Taubatnya menjelang ajal. Atau nanti saja, taubatnya di neraka."

Maka sadarilah. Sabar untuk tidak bermaksiat adanya pada hentakan pertama, sat pertama kali dibisiki dan lahirnya hasrat untuk bermaksiat. Ketika itu, langsunglah memotong hasratnya. Jangan dihiraukan. Tak usah diurusi.

Tepis bisikan itu dengan taawwudz, lanjutkan dengan kesibukan beramal shalih. [ ]

Sumber : bersamadakwah