Perbuatan Baik Anak Kecil Dicatat, Dosa tak Dicatat..

Perbuatan Baik Anak Kecil Dicatat,  Dosa tak Dicatat..
Ilustrasi/Net

ANAK kecil, ketika sudah berusia 7 tahun, salatnya sah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Perintahkanlah anak kalian untuk salat ketika berusia 7 tahun dan pukul mereka (jika menolak salat, ed.) ketika berusia 10 tahun." (HR Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Jumhur ulama berpendapat bahwa anak yang sudah tamyiz mendapatkan pahala khusus. Dalam Fatawa Al-Kubra, Syekhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Jumhur ulama berpendapat bahwa pahala ibadah seorang anak adalah miliknya."

Syekh Muhammad Ulayis Al-Maliki memberikan rincian dalam kitab Fathul Aliyil Malik, "Pendapat yang menjadi pegangan adalah bahwa pahala amal ibadah seorang anak adalah untuk dirinya sendiri, sedangkan orang tuanya mendapatkan pahala karena menjadi penyebab si anak melakukan amal tersebut."

Kemudian beliau membawakan perkataan Imam Al-Qarrafi, bahwa anak kecil dianjurkan melakukan amalan sunah dan dia mendapatkan pahala dari amalan sunah yang dia kerjakan. Ada yang mengatakan, "Dia tidak mendapatkan pahala dan tidak dianjurkan untuk melakukan amalan sunah maupun yang lainnya. Namun yang diperintahkan adalah walinya (orang tua atau orang yang merawatnya), yang telah memerintahkan si anak untuk beribadah dalam rangka mendidik. Sebagaimana hukum melatih binatang tunggangan (untuk perang). Hal ini berdasarkan hadis, Pena catatan amal diangkat dari tiga orang: (salah satunya adalah) anak kecil sampai balig."

Ibnu Rusyd mengatakan, "Sesungguhnya bagi anak kecil, perbuatan dosanya tidak dicatat dan perbuatan baiknya dicatat, menurut pendapat yang lebih kuat."

Dalam At-Tamhid, Ibnu Abdil Bar membawakan riwayat dari Abul Aliyah, dari Umar bin Khatab radhiallahu anhu, bahwa beliau mengatakan, "Perbuatan baik anak kecil dicatat dan perbuatan dosanya tidak dicatat." (At-Tamhid, 1:106)
[islamweb]