Waduh, Jumlah Anggaran untuk Revitalisasi Rutilahu Turun 

Waduh, Jumlah Anggaran untuk Revitalisasi Rutilahu Turun 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Anggaran revitalisasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) TA 2021 di Kabupaten Bogor menurun. Jika tahun lalu Pemkab Bogor menganggarkan Rp49,8 miliar maka pada tahun ini besarannya hanya Rp30 miliar.

"Tahun ini karena terkena refocusing atau pergeseran anggaran demi penangganan Covid-19, maka anggaran untuk revitalisasi Rutilahu pada tahun 2021 menurun jumlahnya menjadi Rp30 miliar," ujar Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Lestya Irmawati kepada wartawan, Minggu (17/1/2021).

Dia menerangkan, dengan turunnya anggaran itu maka jumlah Rutilahu yang direvitalisasi juga menurun.

"Tahun 2020 lalu jumlah unit Rutilahu yang direvitalisasi ada 3.320 unit maka dengan turunnya besar anggaran maka jumlah unit Rutilahu yang direvitalisasi hanya 2.000 unit saja dengan acuan setiap pemilik Rutilahu mendapatka bantuan senilai Rp15 juta," terangnya.

Menurutnya, guna meningkatkan jumlah unit Rutilahu yang direvitalisasi pihaknya memohon anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) maupun Pemprov Jawa Barat.

"Jumlah Rutilahu yang harus direvitalisasi itu ada 80.000 maka untuk menuntaskan target tersebut Pemkab Bogor mencari bantuan keuangan atau anggaran dari Kementerian PUPR dan Pemprov Jawa Barat. Dimana ke masing-masing instansi tersebut kita memohon bisa merevitalisasi 1.000 unit rumah dengan biaya Rp17,5 juta per unit," tutur Irma sapaan akrabnya.

Wanita berkaca mata ini melanjutkan, pada tahun ini jajarannya bekerja sama dengan pemerintah desa di 39 kecamatan akan memperbaharui data jumlah unit Rutilahu di Bumi Tegar Beriman.

"Bersama pemerintah desa maka kami akan mencocokkan data Rutilahu, jumlah unit Rutilahu di Kabupaten Bogor bisa bertambah ataupun berkurang tergantung kondisi realita di masyarakat," lanjutnya. (Reza Zurifwan)