Melalui Virtual, Siswa Bisa Melihat 417.882 Koleksi di Museum Geologi

Melalui Virtual, Siswa Bisa Melihat 417.882 Koleksi di Museum Geologi
Ilustrasi (okky adiana)

INILAH, Bandung - Ada sekitar 417.882 koleksi yang berada di Museum Geologi, Kota Bandung. Dari sekian banyak koleksi ini dibagi menjadi 4 bagian, yakni geologi Indonesia, sejarah Indonesia, sumber daya geologi serta manfaat dan bencana geologi.

Ya, biasanya sebelum pandemi, hampir setiap sekolah yang ada di Indonesia berbondong-bondong untuk datang ke Museum Geologi. Museum yang dulunya adalah tempat penelitian seputar kegeologian di zaman kolonial Hindia Belanda ini, biasanya ada 2.500 bahkan 3.000 siswa setiap harinya.

"Ada dari Kota Bandung, Lampung, Kalimantan, Jawa. Itu pasti ada. Jadi Museum Geologi itu selalu ada kunjungan terbanyak, dibandingkan museum-museum yang lain," kata Kepala Museum Geologi Bandung, Iwan Kurniawan, kepada INILAHKORAN, Senin (18/1/2021).

Iwan menuturkan saat pandemi berlangsung di negara Indonesia pihak Museum Geologi langsung memberhentikan kunjungan secara langsung untuk seluruh siswa dan masyarakat umum. Kendati begitu, pihaknya melakukan virtual di Museum Geologi dengan berbagai narasumber yang ahli di bidangnya kepada pihak sekolah.

"Begitu PSBB 2020 dan dinyatakan oleh pemerintah, kita tutup. Makanya kita membuat diawali dengan suatu virtual yang namanya dengan judul Collection Talk, tour Museum dan sebainya," imbuh Iwan.

Pada saat tahun 2020 saja lanjut Iwan, pihaknya melakukan virtual sebanyak 34 kegiatan. Pihaknya menawarkan ke setiap sekolah sebanyak empat kegiatan, seperti Geologi Indonesia, bencana, sumber daya dan sejarah kehidupan.

"Itu bukan hanya kita memvirtualkan dengan koleksi yang ada, tapi secara perawatan pun kita tetap berjalan selama pandemi, itu yang dilakukan," katanya.

Menurut Iwan, meski kunjungan ke museum langsung belum diberlakukan bagi pengunjung, bukan berarti koleksi di Museum Geologi Bandung tak terawat. Perawatan koleksi tetap rutin dilakukan setiap minggu. Sebab, menurutnya, koleksi yang ada bukan hanya milik museum ataupun negara, melainkan telah menjadi koleksi dunia.

"Kalau perawatan kan itu rutin, karena di Museum Geologi kan jelas ada pengaturan suhunya, dan tiap hari juga di cek. Karena dalam satu pokja yang ada, ya ada penanggungjawabnya. Jadi mereka mengecek mulai dari suhunya seperti apa, terus juga mengecek koleksinya dan lainnya," papar Iwan.

Dia berharap Museum Geologi sebetulnya sudah mencoba untuk membuka dengan kesiapan protokol kesehatan, akan tetapi Museum Geologi tidak punya wewenang langsung untuk membuka Museum, tapi pihaknya mempunyai atasan, bagaimanapun atasan harus koordinasi dengan gugus tugas provinsi, yakni dinas provinsi Jawa Barat.

"Harapan siswa-siswa sekolah atau guru-guru bahwa Museum Geologi cepat dibuka seperti sedia kala. Karena segala sesuatu kita pertimbangkan lagi dengan klaster-klaster baru ini, tetapi kalau secara protokol kesehatan bahwa kita ini sudah siap dibuka, bahkan pengunjungnya akan dibatasi. Museum itu rencananya akan dibuka awalnya di Kota Bandung dulu," pungkas Iwan. (okky adiana)