Sepekan Dibuka, Okupansi Ruang Isolasi Secapa AD Menyentuh 18,87 Persen

Sepekan Dibuka, Okupansi Ruang Isolasi Secapa AD Menyentuh 18,87 Persen
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Tingkat keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 di Secapa AD kini sudah menyentuh angka 18,87 persen sejak dibuka pekan lalu. Dari 180 tempat tidur yang disiapkan, sebanyak 34 telah terisi. 

Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalihfungsikan sejumlah ruangan di Secapa AD sebagai tempat isolasi sementara pasien Covid-19. Hal ini dilakukan mengingat naiknya tingkat keterisian tempat isolasi di sekitar Bandung Raya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, kondisi pasien yang dirawat di Secapa AD saat ini dalam kondisi yang baik dan tidak ada keluhan. Adapun dari 34 orang yang telah mengisi tepat tidur di Secapa AD sebanyak 24 orang adalah pasien laki-laki. Sedangkan sisanya adalah perempuan. 

"Sekarang keterisiannya sudah 18,87 persen. Pasien laki-laki ada 24 orang dan perempuan 10 orang," ujar Setiawan, saat rapat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat di Makodam III Siliwangi, Senin (18/1/2021).

Setiawan juga memaparkan, tingkat keterisian tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan kini sudah menurun. Di mana pada pekan lalu 76,87 persen dan saat ini mencapai 72,45 persen. 

Diketahui, rumah sakit rujukan yang bisa menerima pasien Covid-19 di Jabar mencapai 308. Tempat tidur di seluruh rumah sakit ini angkanya naik 64 dibandingkan pekan kemarin menjadi 9.612. Kemudian ada tempat tidur isolasi di runga IGD mencapai 677, serta 466 tempat tidur di ICU. 

"Jadi totalnya tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan seluruhnya ada 10.755," paparnya. 

Berdasarkan data yang diterima, untuk keterisian tempat tidur di luar rumah sakit rujukan yang berada di setiap kabupaten kota keterisiannya mencapai 62,99 persen atau 1.903 tempat tidur. Sisa tempat tidur yang bisa digunakan mencapai 1.118 atau 37 persen.

Saat ini daerah yang tempat isolasinya sudah amat minim ada di Kabupaten Karawang dengan 79,74 persen. Kemudian ada Kabupaten Pangandaran 90 persen, kabupaten Cianjur 100 persen, Kota Depok 84 persen, dan Kabupaten Tasikmalaya capai 102 persen. (Rianto Nurdiansyah)