Darurat Bencana, DPRD Jabar Harap BPBD Sigap

Darurat Bencana, DPRD Jabar Harap BPBD Sigap
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Bandung – Provinsi Jawa Barat tengah berduka, karena tidak henti-hentinya dirundung musibah bencana.

Pandemi Covid-19 yang jua tak kunjung usai, harus ditambah lagi dengan bencana longsor di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut. Belum juga reda luka tersebut, harus ditambah lagi dengan banjir di Kabupaten Cirebon. Terbaru, longsor kembali terjadi di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Total sudah 36 jenazah ditemukan dan empat orang lagi masih dalam pencarian, akibat musibah longsor tersebut.

 Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengaku prihatin, dengan bencana beruntun yang dialami. Meski sejak awal pihaknya sudah berupaya mengingatkan, akan ancaman bencana di setiap musim hujan. Namun korban jiwa masih tidak dapat terelakkan. Dia berharap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat dapat selalu sigap mengantisipasi dan mengatasi bencana yang terjadi.

“Sebenarnya sudah di-warning dari awal, bahwa Jawa Barat ini ketika musim hujan rawan bencana seperti longsor dan banjir. Kita meminta kepada dinas terkait, seperti BPBD untuk sigap dalam hal ini. Walaupun setahu saya mereka sudah melakukan maksimal,” ujar Siti kepada INILAH, Senin (18/1/2021).

Selain itu, pihaknya juga sudah mengupayakan agar ada penambahan peralatan bagi BPBD dalam penanganan bencana dan tinggal menunggu realisasinya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov), guna melakukan mitigasi bencana. Mengingat Jabar masuk dalam 10 besar daerah rawan bencana se-Indonesia, karena geografisnya.

“Kami dari Komisi V juga sudah memperjuangkan agar ada penambahan buffer stock untuk BPBD. Alhamdulillah sudah disetujui, walaupun belum keluar. Kita berharap dengan adanya penambahan itu, bisa menunjang BPBD,” ucapnya.

Guna musibah dari bencana agar tidak terus memakan korban jiwa, Siti meminta kepada seluruh masyarakat untuk terus waspada. Tidak lupa dia meminta pula untuk semakin mendekatkan diri kepada pencipta, agar dapat diberi ketabahan atas bencana yang terjadi dan berharap supaya musibah yang terjadi dapat segera usai.

“Untuk daerah lain, harus hati-hati karena kita tidak tahu bahwa awal tahun selalu ada persoalan. Bahkan kadang walaupun kita sudah hati-hati, tetap saja ada ujian. Yang terpenting kita mawas diri dan meningkatkan nilai spiritual kita. Kita kedepankan, untuk itu di masa seperti ini harus ditingkatkan. Ujian ini bisa kita lalui bersama. Semoga dengan ujian ini, baik di Garut, Sumedang dan  Cirebon, semoga jadi kifarat kita,” tutupnya. (Yuliantono)