Leicester vs Chelsea, Roller Coaster!

Leicester vs Chelsea, Roller Coaster!
Manajer Chelsea Frank Lampard. (Net)

BAK roller coaster performa Chelsea dibesut Frank Lampard masih naik-turun. Kini mereka harus menghadapi ujian berat di King Power Stadium, Rabu (20/1) dini hari WIB.

Frank Lampard tak pernah tenang. Kemenangan 1-0 di markas Fulham, akhir pekan lalu sama sekali tak membantu. Dia tetap gelisah menatap laga-laga ke depan.

Chelsea memang tak kunjung konsisten. Kombinasi pemain senior dan para pilar muda plus rekrutan dengan banderol mahal di tim asal Kota London itu belum membuahkan hasil signifikan. Mereka masih terlempar dari zona empat besar.

Kemenangan atas Fulham telah mengakhiri periode buruk Chelsea. Sebelumnya mereka hanya meraih satu kemenangan dalam 6 laga terakhir. Tapi Lampard tak bisa menutupi kekecewaannya terkait penampilan Hakim Ziyech dan kawan-kawan.

Persoalan terbesar Chelsea adalah konsistensi. Mereka hobi menggempur lawan tapi lemah dalam hal finishing touch. Itu tampak jelas dalam laga melawan Fulham.

Chelsea terlihat lebih agresif. Setidaknya tercatat ada sepuluh pemain berbeda yang melepas tembakan ke gawang lawan meski mayoritas gagal berujung gol. Hanya sepakan Mason Mount yang bisa mengoyak gawang Fulham pada menit ke-78.

“Sebulan lalu kami terbang tinggi, tapi sejak itu kami kesulitan. Ini tantangan bahkan jika seorang pria jatuh. Mungkin itu sedikit (kepercayaan diri memengaruhi para pemain), itu normal dalam sepak bola,” ujar Lampard dikutip BBC Sport.

Lampard tak kehilangan keyakinan terhadap bakat-bakat yang dimiliki Chelsea. Dia yakin segera mendapatkan solusi untuk kembali mengapungkan penampilan timnya.

“Setiap tim pasti mengalami fase performa. Di dalamnya Anda membuat individu kekurangan performa. Kami memiliki bakat di ujung atas dan tugas saya untuk menyelesaikannya di luar,” lanjutnya.

Kini, Lampard mengaku terus mencari gaya permazinan terbaik buat Chelsea. Dia masih belum puas dengan apa yang dipertontonkan armadanya. Terlebih lawan berikutnya cukup berat, yakni Leicester City yang sudah menanti di King Power Stadium.

"Kesempurnaan bukanlah hal yang mudah didapat. Saya tidak akan mengatakan saya terpesona dengan penampilan saya. Ada banyak hal yang membuat saya senang, tetapi kami tidak akan terlalu terburu-buru," pungkasnya.

Sementara itu, Leicester City benar-benar ancaman nyata buat Chelsea. Pasukan Brendan Rodgers berhasil merangsek ke posisi tiga klasemen sementara Liga Primer Inggris. Mereka hanya terpaut dua poin dari Manchester United di puncak klasemen.

Rodgers meminta timnya tetap fokus alih-alih terlena di papan atas. Dia enggan Si Rubah jadi korban kebangkitan Chelsea.

"Kami akan menghadapi salah satu tim terbaik dengan pelatih muda potensial. Tentu saja ini laga yang sangat menantang. Kami harus fokus," lugasnya. (bsf)