Sepekan, Satreskrim Polrestabes Bandung Ungkap Empat Kasus Kejahatan

Sepekan, Satreskrim Polrestabes Bandung Ungkap Empat Kasus Kejahatan
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung mengungkap empat kasus kejahatan di Kota Bandung. Pengungkapan itu dilakukan dalam kurun satu pekan.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan, dalam waktu sepekan tim Reserse Polrestabes Bandung bekerja sama dengan unit Reskrim di Polsek-polsek berhasil mengungkap beberapa kasus kejahatan yang ada di Kota Bandung. Kasus kejahatan yang berhasil diungkap diantaranya curas dan prostitusi online.

"Periode tanggal 11 sampai 17 Januari 2021, sehingga berjumlah 4 kasus. Adapun tindak pidana yang terjadi adalah tindak pidana yang ada di wilayah kota Bandung," ucap Adanan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (19/1/2021).

Adanan menyebutkan, empat kejahatan yang berhasil diungkap pun bervariatif jenisnya. Mulai dari curas hingga prostitusi online.

"Kasus curas yaitu begal, dan kami mengungkap kasus prostitusi online di Ciumbuleuit," ungkap Adanan.

Total, Adanan menyebutkan, dari keempat kasus tersebut polisi berhasil mengamankan delapan orang tersangka.

"Pelaku yang berhasil ditangkap sebanyak 8 orang. Kasus curas enam orang dan prostitusi online dua orang," tuturnya.

Untuk kasus curas yang menonjol, Adanan menyebutkan yaitu kasus begal yang dilakukan oleh para pelakunya di Jalan Tamansari.

"Kami berhasil menangkap dua pelaku begal tersebut yang berinisial HDS (24) dan YAM (25). Akibat perbuatannya, HDS dan YAM dijerat Pasal 365 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan," ujarnya.

Lebih lanjut, Adanan menambahkan modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku berbagai macam, diantaranya ada yang melakukan penjambretan sebanyak tiga kasus, lalu menggunakan kunci palsu satu kasus dan menjanjikan pekerjaan satu kasus. Dalam kasus ini, polisi turut mengamankan barang bukti, diantaranya kendaraan bermotor roda dua sebanyak 6 unit, golok 1 bilah, kunci palsu 2 buah, handphone 5 unit dan pisau 1 bilah.

"Modusnya bervariatif, untuk jam kejadian kasus kejahatannya pada saat jam 18.00 WIB sampai 24.00 WIB sebanyak 2 kasus. Kemudian, di malam hari dari jam 24.00 WIB sampai 06.00 WIB sebanyak 2 kasus," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka prostitusi online disangkakan pasal yang bermacam-macam, Pasal 2 ayat 1 UURI No. 21/ 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

Kemudian, tersangka curas dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara, serta Pasal 296 Jo 506 KUHPidana ancaman hukuman 1 tahun dan 4 tahun penjara. (Ridwan Abdul Malik)