Ruangan Wali Kota Bogor Bima Arya Diduduki HMI

Ruangan Wali Kota Bogor Bima Arya Diduduki HMI
Ruang tamu Wali Kota Bogor Bima Arya diduduki Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Bogor
INILAH, Bogor - Ruang tamu Wali Kota Bogor Bima Arya diduduki Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Bogor, Kamis (21/02/2019). 
 
Para mahasiswa juga memasang bendera HMI di ruang tamu Wali Kota. Aksi ini diduga karena kekecewaan mereka gagal beraudiensi dengan Bima Arya.
 
Ketua HMI Kota Bogor Saepul Wahyudin Putra mengatakan, ini agenda dari kegiatan kemah bakti mahasiswa yang dilaksanakan oleh HMI. Pihaknya, kata dia, hanya ingin menagih janji Wali Kota Bogor Bima Arya yang berkaitan dengan sinergi kegiatan kemah bakti mahasiswa. 
 
"Karena kegiatan itu juga di iya-kan oleh beliau dan menjanjikan akan sinergi kepada kemah tersebut. Itu saja," ungkapnya kepada wartawan.
 
Saepul menegaskan, masuk ke dalam itu kemarin dirinya sudah bilang bahwa anak-anak bakal duduk, karena wali kota diajak audiensinya agak susah.
 
"Jadi anak-anak masuk ke ruang rapat Balai Kota Bogor. Jika walikota kecewa dengan aksi yang dilakukan, maka hal itu juga merupakan bentuk kekecewaan teman-teman mahasiswa HMI cabang Kota Bogor kepada bapak wali kota. Karena kami masih memegang janjinya yang akan sinergis dengan kegiatan kemah
bakti mahasiswa," tegasnya.
 
Sementara, Camat Bogor Tengah Agustiansyah menjelaskan, mahasiswa mask ke ruang Wali Kota Bogor tanpa izin dan permisi sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka terkesan menduduki ruang wali kota dengan memasang bendera HMI yang besar. 
 
"Kami tanya maksud dan tujuan datang kesini ternyata mereka tak menyampaikan. Mereka semua bungkam dan menunggu wali kota. Ini masalah etika, tidak bisa seperti itu," tegas Agus mantan Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor itu.
 
Agus menjelaskan, saat itu Wali Kota Bogor tengah ada acara di luar Balai Kota Bogor. Setelah mengetahui ada kejadian ini beliau langsung segera meninggalkan acara dan mengarah ke Balai Kota Bogor. 
 
Memang saat ini HMI sedang melakukan kemah bakti mahasiswa di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah. 
 
"Kami sudah sebisa mungkin memfasilitasi mereka. Baik tempat tinggal dan lainnya. Tapi ada beberapa kecaman dari mereka yang mungkin ingin beraudiensi langsung dengan wali kota terkait program. Saat ini sebetulnya program sudah berjalan tapi entah kenapa mereka berkirim surat," terangnya.
 
Agus membeberkan, semua program yang mereka usulkan sedang dibahas oleh dinas teknis. Bicara program, lanjut dia, tidak bisa dimulai saat ini juga. Padahal oleh wali kota tengah di sinkronisasikan dengan program-program mereka. 
 
"Tadi pak wali menyampaikan ini bukan soal hasil tapi soal proses. Tidak bisa instan seketika. Buat kami kejadian ini sikap yang tidak pantas. Karena datang ke ruang tamu kepala daerah tanpa permisi, tanpa ada janji, langsung menduduki ruang tersebut," lanjutnya.
 
Agus membeberkan, program-program yang mereka minta, yakni pengecatan pot bunga di Sempur, pemasangan reklame taman Sempur, sunatan massal, pengobatan gratis, distribusi tong dan gerobak sampah, pemasangan PJU, pembuatan KTP, pelatihan sablon, pendataan bulog, pengadaan MCK dan pelebaran
selokan. "Program ini kan tidak bisa langsung kami cover," bebernya.
 
Agus juga mengatakan, kalau bicara bantuan dana, dalam rekap bantuan Pemkot ke HMI sudah sangat banyak. Untuk kegiatan ini sekitar belasan juta, karena disiapkan rumah. Kekecewaan mereka sudah dijawab, sekarang tinggal kembali ke mereka. 
 
"Kalau kami semua organisasi mahasiswa kami anggap adik-adik kami. Semua kita buka peluangnya untuk bekerjasama dengan mereka. Tapi apakah mereka masih mau bekerjasama dengan kami atau tidak setelah kejadian ini. Kami tidak baperan, selama mereka masih mau bekerjasama silahkan. Nanti program bisa berjalan kami dorong. Tapi kalau mereka tiba-tiba baper karena kejadian ini kami bisa apa," pungkasnya.