Ya Rabb, Kenapa Kau Maafkan Orang Tua Jahat itu?

Ya Rabb, Kenapa Kau Maafkan Orang Tua Jahat itu?
Ilustrasi/Net

 Ibnul Jauzi adalah seorang ahli fikih, sejarawan, ahli tata bahasa, ahli tafsir, pendakwah, dan syekh yang merupakan tokoh penting dalam berdirinya Kota Baghdad dan pedakwah mazhab Sunni Hanbali yang terkemuka di masanya. Garis keturunan (nasab) keluarganya apabila ditelusuri akan mencapai kepada sahabat nabi Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Dalam salah satu karyanya yakni Shifatush Shofwah dikisahkan tentang seorang tua yang saat hidupnya melakukan banyak kejahatan namun diampuni oleh Allah. Sebagaimana Abu Bakar As-Saidalani menuturkan bahwa ia mendengar Salim bin Mansur bin Ammar berkata:

Aku bermimpi melihat ayah, lalu aku bertanya kepadanya, 'Apa yang Rabb lakukan kepada engkau duhai Ayah?'

Dia menjawab, 'Sesungguhnya, Rabbku menarikku hingga sangat dekat, lalu berkata kepadaku, 'Wahai orang tua jahat, tahukah kau kenapa Aku memaafkanmu?'

Aku berkata, 'Tidak, ya Rabbku.'

Allah berkata, 'Suatu hari kamu bermajelis bersama orang-orang dalam sebuah perkumpulan, lalu kamu membuat mereka menangis. Di antara mereka ada seseorang yang belum pernah menangis karena takut kepada-Ku sebelumnya. Untuk itu, Aku memaafkan dia dan memaafkan semua orang yang hadir di pertemuan itu'."

Itulah salah satu keutamaan tangisan yang jatuh karena rasa takut terhadap Allah Ta'ala. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasa'i, "Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah, hingga susu kembali ke payudara."

Semoga kita tergolong ke dalam orang-orang yang menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu. (DOS)