Pemkab Bogor Investigasi Bencana Gunung Mas, Ini Alasannya....

Pemkab Bogor Investigasi Bencana Gunung Mas, Ini Alasannya....

INILAH, Cisarua - Ditemukannya  batang pohon di beberapa titik lokasi bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di Perumahan karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Blok C Kampung Rawa Dulang RW 02 dan RW 03 Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua menjadi alasan Pemkab Bogor untuk melakukan investigasi di wilayah hulu Sungai Cisampai.

"Pemkab Bogor akan melakukan investigasi karena dalam kejadian bencana alam tanah longsor dan banjir bandang terdapat batang-batang pohon. Kami akan melakukan investigasi apa penyebab bencana alam ini," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Rabu, (20/1).

Magister Hukum lulusan Universitas Djuanda ini menerangkan untuk kejadian bencana alam yang skala besar, kejadian Selasa pagi kemarin merupakan yang pertama kalinya.

"Informasi dari masyarakat kalau bencana alam tanah longsor skala kecil sudah beberapa kali, kalau untuk skala besar baru pertama kali terjadi," terangnya.

Ade menuturkan batang-batang pohon yang terbawa bencana alam banjir bandang sudah dibersihkan dari lokasi oleh BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, DPU-PR, Tagana, TNI, Polisi dan juga relawan.

"Batang-batang pohon maupun lumpur sudah dibersihkan oleh banyak pihak, baik oleh tim  Forkompimda Kabupaten Bogor maupun para relawan tanggap bencana," tutur Ade.

Perumahan karyawan PT Perkebunan Nusantara VIII di Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua terkena musibah banjir bandang dan tanah longsor akibat meluapnya hulu Sungai Ciliwung yaitu Sungai Cisampai dan juga tingginya curah hujan. 

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengatakan kesimpulan sementara penyebab banjir bandang dan tanah longsor selain karena curah hujan yang tinggi juga karena akar pohon teh yang merambat kesamping hingga tidak terlalu baik dalam menampung air.

"Kawasan Puncak selama 24 jam terus diguyur hujan hingga air Sungai Cisampai meluap. Selain itu dilihat dari wilayah memang kalau pohon teh dia tidak bisa menyerap secara baik air karena akarnya tumbuh kesamping hingga kerap menimbulkan bencana alam tanah longsor maupun banjir bandang,” kata Iwan kepada wartawan, Selasa (19/1). (reza zurifwan)