Heboh Kakek Koswara Digugat Anaknya, Dedi Mulyadi Siap Jadi Mediator

Heboh Kakek Koswara Digugat Anaknya, Dedi Mulyadi Siap Jadi Mediator
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Dedi Mulyadi menyayangkan adanya kasus RE Koswara, kakek berusia 85 tahun di Kota Bandung digugat anaknya, Deden karena perkara sewa menyewa toko berukuran 3x2 meter persegi di Jalan AH Nasution, Kota Bandung. Dia siap menjadi jembatan mediasi bagi anak dan bapak itu.

"Saya akan hubungi (penggugat), tadi saya minta nomor telpon penggugat. Nanti kalau sudah oke bersedia datang saya bantu. Seperti di jakarta penggugat ibunya akhirnya dengan saya ketemu juga akhirnya tuntas juga," ucap Dedi saat menemui Koswara di kantor kuasa hukumnya di Jalan Ahmad Yani, Rabu (20/1/2021).

Bagi Dedi Mulyadi, harta itu memang penting. Namun, tidak lantas mengenyampingkan hati nurani. Apalagi, hubungan orangtua dan anak.

"Harta bukan segalanya dalam hidup. Walaupun kebutuhan materi itu penting, tapi kebutuhan materi tidak boleh melebihkan kebutuhan nurani. Kebutuhan nurani itu adalah hubungan kasih sayang anak dengan orang tua baik ayah maupun ibu. Sehingga di situ pancaran kebahagiaan akan terjadi," ungkap Dedi.

Menurutnya, perselisihan antara bapak dan anak itu masih ada kesempatan untuk dibicarakan secara kekeluargaan dan tidak masuk meja hijau. Dia pun meyakini akan ada titik temu atas perselisihan dalam kasus tersebut.

"Kalau urusan waris kan bapaknya masih ada jadi urusan hibah, ya nanti saja dibicarakan. Kalau mau minta lebih dikit, nanti ngomong saja sama keluarganya," tuturnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Deden, Musa Darwin Pane mengatakan, masalah tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai opini sederhana. Tetapi hal tersebut merupakan upaya Deden dalam mempertahankan hak nya.

"Bagi kami, ini tidak sesederhana opini orang, ada anak gugat orangtua. Apa yang dilakukan Deden adalah bagian dari membela diri, membela haknya," ucap Musa Darwin Pane, dalam keterangan persnya, Kamis (21/1/2021).

Musa menerangkan karena upaya mediasi sebelum ke pengadilan sudah sulit. Adapun di persidangan, perkara itu belum memasuki ke pokok perkara. Hakim masih memberi waktu 60 hari kepada kedua belah pihak untuk bermediasi.

"Saya rasa masih sangat bisa selesai di jalur mediasi. Sangat bisa. Kami akan menemui langsung bapak Koswara, langsung menyampaikan ke bapak Koswara," tuturnya. 

Dia juga meminta kepada Dedi Mulyadi untuk turut menemui pihaknya sebagai penggugat. Hal itu dilakukab agar mendengar keinginan dan aspirasi kedua belah pihak.

"Saya rasa, kalau pak Dedi sebagai anggota DPR hendak menyelesaikan masalah, datanganya tidak ke satu pihak, datangi juga pihak kami," pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, awal mulanya, Deden menyewa lahan sekira 3x2 meter di lahan milik Koswara di lahan bekas bioskop Mawar di Jalan AH Nasution sejak 2012.  Lahan itu oleh Deden, dijadikan toko kelontongan. Pada 2020, Deden sudah menyerahkan uang sewa Rp 8 juta ke Koswara. Namun belum lama setelah menyerahkan uang, pak Koswara mengembalikan uang itu dan meminta Deden pindah.

Koswara sendiri beralasan meminta Deden pindah karena lahan itu akan dijual. Uang hasil penjualannya akan dibagi ke ahli waris lainnya karena lahan itu peninggalan orangtua Koswara. (Ridwan Abdul Malik)