Generali Indonesia Bidik Potensi Wakaf Asuransi

Generali Indonesia Bidik Potensi Wakaf Asuransi
istimewa

INILAH, Bandung - Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, tercatat potensi aset wakaf di Indonesia mencapai Rp2.000 triliun per tahun. Sedangkan, untuk potensi wakaf uang tercatat sebesar Rp180 triliun setiap tahunnya.

Untuk itu, Generali Indonesia menghadirkan digital social platform Akuberbagi.com yang dilengkapi dengan fitur wakaf asuransi. Social platform berbasis syariah ini diluncurkan pertama kalinya di industri asuransi sebagai inovasi digital end to end yang dapat memudahkan masyarakat untuk saling membantu dengan berdonasi atau wakaf sekaligus mendapatkan proteksi asuransi.

CEO Generali Indonesia Edy Tuhirman menuturkan, sebagai salah satu instrumen ekonomi, wakaf berpotensi memberikan dampak terhadap kehidupan sosial, pemerataan pembangunan, pembangunan sumber daya manusia serta pertumbuhan ekonomi. Melalui fakta inilah, Generali Indonesia terus bergerak aktif memberikan sarana inovatif yang manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang.

Menurutnya, kini kesadaran sosial masyarakat untuk berdonasi semakin tinggi di tengah kondisi pandemi. Terbukti, dengan semakin banyaknya inisiatif individu dalam membantu sesama dan meningkatnya angka donasi secara digital. Selain itu kondisi pandemi saat ini menyebabkan semakin tingginya risiko sakit atau meninggal dunia sehingga mendorong semakin tingginya minat terhadap asuransi. 

“Akuberbagi.com menjadi sebuah cara baru bagi masyarakat untuk bisa berkontribusi lebih bagi sesama. Melalui konsep warisan kebaikan, kini masyarakat bisa dengan mudah mempersiapkan perlindungan dan berbagi kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya untuk keluarga namun juga untuk mereka yang membutuhkan melalui para mitra Akuberbagi.com," ujarnya.

Hingga saat ini, Akuberbagi.com sudah bekerja sama dengan 14 lembaga non-profit yang memiliki reputasi yang sangat baik. Di antaranya Dompet Dhuafa, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Yayasan Kanker Anak Indonesia, iWakaf, Daarut Tauhid, Yayasan HOPE worldwide Indonesia, SOS Children Village, Habitat for Humanity Indonesia, Askar Kauny, YAKESMA, Baitulmaal Muamalat, Wakaf Salman, Gerakan Wakaf Indonesia, dan Yayasan Mustabsheera Bias.

“Kami ingin memastikan niat kebaikan masyarakat bisa tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, dengan kemudahan akses di Akuberbagi.com kami juga ingin menjangkau semakin banyak keluarga agar terus terlindungi,” tutup Edy.

Tingginya risiko serta adanya physical distancing juga membuat kanal distribusi digital menjadi pilihan bagi masyarakat.
 
Di platform ini, nasabah dapat berbagi kepada sesama melalui konsep wakaf yang sangat terjangkau, dengan kontribusi Rp60 ribu per bulan atau Rp2 ribu per hari.  

Wakaf yang umum dikenal masyarakat adalah berupa lahan ataupun dalam bentuk donasi aset lainnya. Di Aku Berbagi berwakaf dilakukan dengan konsep wakaf uang, tanpa harus menunggu lama untuk memiliki aset tertentu. Dengan pembayaran kontribusi hanya selama 5 tahun, nasabah bisa terlindungi seumur hidup dengan metode pembayaran yang mudah dan aman melalui e-wallet; Go Pay, Ovo, Dana, serta autodebet kartu kredit. 

Periode pembayaran kontribusi pun sangat fleksibel bisa disesuaikan dengan keinginan nasabah, baik secara bulanan, kuartal, semester, maupun tahunan. Peserta pun bisa menyesuaikan sendiri nilai perlindungan, nilai wakaf yang akan disalurkan serta kepada siapa wakaf tersebut akan disalurkan. (*)