Tahun Lalu, 304 Kejadian Bencana di Garut Akibatkan Kerugian Rp19 Miliar

Tahun Lalu, 304 Kejadian Bencana di Garut Akibatkan Kerugian Rp19 Miliar
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Selain dikenal dengan keindahan obyek wisata alamnya tersebar di banyak tempat, wilayah Kabupaten Garut juga dikenal sebagai daerah rentan terjadi berbagai bencana. 

Setiap tahun, ratusan peristiwa bencana terjadi di kabupaten terbagi atas 42 wilayah kecamatan tersebut. Baik berskala kecil maupun besar. Terkadang menimbulkan korban jiwa dan luka.

Selama 2020, sedikitnya ada 304 kejadian bencana di wilayah Kabupaten Garut terlaporkan dan ditangani Dinas Sosial (Dinsos) setempat.

Menurut Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten setempat Dadang Bunyamin didampingi Kepala Seksi PSKB Budiyana, dari sebanyak 304 kejadian bencana selama 2020 itu, selain tanah longsor dan banjir yang dominan, juga banjir bandang, pergerakan tanah, pergeseran tanah, angin puting beliung, kebakaran, tersambar petir, gempa bumi, dan gelombang pasang. 

"Nilai kerugian material diakibatkan ratusan kejadian bencana terjadi di 42 kecamatan tersebut mencapai sekitar Rp19,287 miliar," kata Dadang, Kamis (21/1/2021).

Rinciannya, pada Januari 2020 terjadi sebanyak 25 peristiwa bencana dengan menelan kerugian material sekitar Rp2,780 miliar. Februari 2020 terjadi sebanyak 44 peristiwa dengan kerugian sekitar Rp3,441 miliar. Maret 2020 terjadi sebanyak 11 peristiwa bencana dengan nilai kerugian sekitar Rp841 juta. April 2020 terjadi sebanyak delapan peristiwa bencana dengan nilai kerugian sekitar Rp554 juta.

Kemudian, pada Mei 2020 terjadi sebanyak 16 peristiwa bencana dengan nilai kerugian sekitar Rp1,302 miliar. Juni 2020 terjadi sebanyak 34 peristiwa bencana dengan nilai kerugian sekitar Rp2,623 miliar. Juli 2020 terjadi sebanyak 23 peristiwa bencana dengan nilai kerugian sekitar Rp1,880 miliar. Agustus 2020 terjadi sebanyak 16 peristiwa bencana dengan nilai kerugian sekitar Rp1,152 miliar.

Lalu, pada September 2020 terjadi sebanyak 17 peristiwa bencana dengan nilai kerugian material sekitar Rp1,631 miliar. Oktober 2020 terjadi sebanyak 53 peristiwa bencana dengan nilai kerugian sekitar Rp1,371 miliar. November 2020 terjadi sebanyak 22 peristiwa bencana dengan nilai kerugian sekitar Rp1,173 miliar, dan Desember 2020 terjadi sebanyak 35 peristiwa bencana dengan menelan kerugian material sekitar Rp2,070 miliar.

Tak dilaporkan terdapat korban jiwa dari ratusan peristiwa bencana terjadi selama 2020 tersebut. Namun banyak bangunan rumah maupun infrastruktur mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat, bahkan hancur. Sehingga ratusan kepala keluarga atau ribuan jiwa terdampak bencana terpaksa melakukan pengungsian.

"Memasuki awal 2021 ini, kita pun senantiasa bersiaga penuh. Menyelenggarakan monitoring dan evaluasi lapangan, bahkan sering turun ke lokasi bencana. Sebab saat ini, di Kabupaten Garut ada sedikitnya 28 titik lokasi bencana alam, termasuk di wilayah Kecamatan Talegong, Cisewu, Pamulihan, serta wilayah kecamatan lainnya," ujar Dadang. (Zainulmukhtar)