Ditertibkan, PKL di Pinggiran Pasar Kebon Kembang Masuk ke Blok F

Ditertibkan, PKL di Pinggiran Pasar Kebon Kembang Masuk ke Blok F
Satpol PP Kota Bogor menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di pinggiran Pasar Kebon Kembang, Jalan Dewi Sartika pada Kamis (21/1/2021) siang. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Satpol PP Kota Bogor menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di pinggiran Pasar Kebon Kembang, Jalan Dewi Sartika pada Kamis (21/1/2021) siang.

Penertiban tersebut dilakukan untuk memindahkan PKL ke dalam pasar di gedung blok F Pasar Kebon Kembang, sehingga mengurangi jumlah PKL.

Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Muzakkir memastikan tak ada lokasi relokasi untuk para PKL. Pasalnya, para PKL tersebut merupakan PKL dadakan yang juga sudah menempati kios di dalam Pasar Kebon Kembang.

"Iya PKL yang kami bongkar kali ini enggak dikemana-kemananain karena mereka sebagian sudah ditempatkan di Raja Permas dan sebagaian mereka juga sebenarnyaa pedagang yang sudah ada di dalam pasar," ungkapnya.

Muzakkir memastikan, bahwa PKL yang ditertibkan bukanlah PKL tahunan yang sudah lama berjualan diarea tersebut, namun para PKL ini merupakan PKL dadakan yang berjualan ketika Blok F di renovasi.

"Tak hanya lapak PKL, Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang diperuntukan untuk pedagang Blok F juga dibongkar," tambahnya.

Masih kata Muzakkir, karena saat ini Blok F yang masih dalam proses revitalisasi sudah bisa digunakan. Hari ini mulai dibersihkan sekaligus pembongkaran TPS.

"Karena blok F kan kami sudah rapihakan jadi tidak boleh lagi ada yang jualan di TPS, semalam sudah clear sekarang tinggal perapihan smua kami dorong ke dalam pasar," tuturnya.

Muzakkir memaparkan, bahwa ada sekitar 700 kios yang disiapkan, sementara itu untuk para PKL disediakan 155 kios dengan subsidi khusus.

"Yang kami siapkan dengan harga subsidi khusus untuk PKL tidak boleh selain PKL yanh beli dan kami khususkan untuk PKL yang ada di Kebon Kembang ini. Ya, bahwa saat ini proses revitalisasi Blok F sudah sampai tahap 96 persen. Saat ini sudah ada sekitar 20 kios yang sudah terisi," terangnya.

Muzakkir menegaskan, sedangkan ratusan PKL lainnya masih mempersiapkan. Tinggal empat persen lagi yang akan dikejar untuk pengerjaan perapihan saluran air, kabel-kabel, kemarin yang masuk sudah ada 20, yang lainnya masih memindahkan barang satu dua hari mungkin sudah ratusan yang mulai jualan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)