300 Siswa-Siswi Mengikuti Guest Teacher Tentang 'Mengenal Pubertas'

300 Siswa-Siswi Mengikuti Guest Teacher Tentang 'Mengenal Pubertas'
istimewa

INILAH, Bandung - Sebanyak 300 siswa-siswi SD Darul Hikam mengikuti program Guest Teacher atau guru tamu dan tema yang diangkat oleh pihak sekolah adalah 'Mengenal Pubertas' dengan narasumber Ida Widiawati, salah satu dosen dari Poltekkes Kemenkes Bandung yang juga Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) Puri Ligar Poltekkes Kemenkes Bandung. Kegiatan ini berlangsung melalui daring. 


Di depan seluruh siswa, Ida menyampaikan Pubertas adalah perubahan-perubahan fisik, psikologis atau emosional dan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, masa pubertas saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Siswanya banyak yang mengalami masa-masa perubahan dari Pubertas, terutama yang kelas lima dan kelas enam.

"Kalau kelas empat sih, cenderung lebih juga tahu pengetahuannya. Kan sudah ada tentang perubahan fisik pada masa Pubertas. Karena sekarang kan lebih mudah mencari informasi, bukan hanya informasi dari guru atau teman, kemudian dari internet juga lebih mudah," papar Ida, Jumat (22/1/2021).

Ada yang menarik ketika narasumber menanyakan masa Pubertas ini, siswa lebih percaya kepada temannya dibandingkan pada orang tua. Menurut dia, jadi memang harus pandai mencari teman, supaya informasi-informasi yang tersampaikan juga betul.

"Tapi temannya juga harus diberikan pengetahuan yang cukup tentang Pubertas, sehingga bisa menyampaikan dengan baik," imbuhnya

Menurut Ida, kegiatan ini sangat penting sekali untuk seluruh siswa untuk mempersiapkan generasi selanjutnya. Mereka harus tahu persiapan dari sekarang pada masa Pubertas ini sudah siap belum. Perubahannya mereka harus tahu bagaimana cara menjaga terutama dari organ-organ reproduksi, bagaimana harus menjaganya, supaya nanti kedepannya tidak ada gangguan dari reproduksi.

"Kalau dari segi kelas 5 dan 6 mereka, kan sudah menstruasi dan laki‐laki sudah mimpi basah berarti, kan sudah akil balig, artinya kalau dari kematangan reproduksi sudah matang. Jadi ketika organ ini tidak dipelihara dengan baik, kedepannya kan mengalami gangguan reproduksi dan akan menyebabkan rendahnya kualitas dari generasi selanjutnya," papar Ida.

Dia berharap sìswa-siswi SD Darul Hikam mengerti dan paham tentang perubahan fisik dan emosi pada satu berkas dan bisa menjaga organ-organ reproduksi supaya lebih sehat.

Selain itu, Wakesek Kurikulum SD Darul Hikam Rahayu Supriatin menambahkan kegiatan ini untuk mempersiapkan anak-anak menginjak remaja, mereka tahu apa yang akan dilakukannya itu.

"Karena kan anak-anak sekarang udah haid, suara di kelas 5 sudah berubah, nah di masa-masa balig inilah kita siapkan untuk anak-anak bisa lebih siap untuk masa remajanya, apa yang harus mereka lakukan, mereka tidak kaget dengan suaranya yang berubah, mereka tidak kaget dengan perubahan tubuhnya, yang pastinya akan ada perubahan," paparnya.

Dia berharap anak-anak ini tambah ilmunya lebih luas, wawasan ilmunya tentang mempersiapkan seorang remaja muslim yang baik itu seperti apa, dan harus dipersiapkan dari sekarang.

"Jadi tidak semua sekolah mempersiapkan hal ini, tapi SD Darul Hikam coba pikirkan sampai kesana karena mereka akan menjadi seorang muslim yang dewasa nantinya dan itu tidak instan, mereka nanti saat dewasa bisa menjadi orang dewasa yang baik yang sempurna," pungkasnya. (Okky Adiana)