Pos Indonesia Salurkan Bantuan Rp60 Juta untuk Korban Banjir Kalsel dan Gempa Sulbar 

Pos Indonesia Salurkan Bantuan Rp60 Juta untuk Korban Banjir Kalsel dan Gempa Sulbar 
istimewa

INILAH, Bandung - Pascabencana banjir di Kalimantan Selatan dan gempa bumi yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat, PT Pos Indonesia bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan awal tanggap darurat bagi para korban yang terdampak di kedua wilayah tersebut. 

Pos Indonesia memberikan bantuan tanggap darurat untuk kebutuhan utama yang paling dibutuhkan di waktu-waktu awal bencana. Diantaranya makanan siap saji, paket sembako, air mineral, lilin, selimut, popok, susu dan kebutuhan pengungsian lainnya. Total bantuan awal tanggap darurat yang diberikan itu senilai Rp60 juta. 

Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia Tata Sugiarta mengungkapkan keprihatinannya atas bencana banjir dan gempa bumi yang terjadi dan Pos Indonesia akan terus berperan aktif membantu korban bencana. 

“Pos Indonesia terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir dan gempa bumi ini sebagai upaya meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan pasca bencana. Hal ini sejalan dengan tagline BUMN yaitu BUMN Untuk Indonesia” ujar Tata, Jumat (22/1/2021). 

Beberapa Kantor Pos Cabang (KPC) di Regional 9 Kalimantan dan Regional 10 Sulawesi juga turut terdampak bencana banjir dan gempa bumi. Di Regional 9 Kalimantan terdapat 13 Kantor Pos Cabang terdampak bencana banjir yaitu KPC Kurau , KPC Sungai Tabuk, KPC Pengaron, KPC Karang Intan, KPC Tajau Pecah, KPC Haruai, KPC Barabai, KPC Pagat, KPC Juai, KPC Pantai Hambawang, KPC Awayan, KPC Beruntung Jaya, dan KPC Kayu Tangi. 

Menurutnya, untuk layanan pos tetap berjalan secara terbatas baik pelayanan dan operasional sedangkan aktivitas distribusikiriman dibeberapa wilayah mengalami gangguan akibat terputusnya jalan karena terendam banjir dan diupayakan mencari jalur alternatif. Adapun untuk distribusi bantuan sosial tunai (BST) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Amuntai Kalimantan sudah mencapai 78,88% serta wilayah Banjar Baru telah 81,88% dan akan terus dilanjutkan dengan memperhatikan keselamatan petugas dan KPM.

Untuk di Regional 10 Sulawesi, terdapat 7 KPC tutup total dikarenakan rusak sedang hingga berat. Yakni, KPC Mamuju, KPC Malunda, KPC Tappalang, KPC Karoosa, KPC Kalukku, KPC Tarailu dan KPC Somba. Untuk layanan kurir, logistik, jasa keuangan kecuali layanan remitansi masyarakat bisa melalui 10 KPC yaitu KPC Pasangkayu, KPC Topoyo, KPC Campalagian, KPC tinambung, KPC Wonomulyo, KPC Polewali, KPC Mamasa, KPC Sumarorong, KPC Majene dan KPC Pekkabata. 

"Pendistribusian BST kepada KPM di wilayah Majene sudah mencapai 82% dan akan dilanjutkan pada 18-19 Januari 2021," ujarnya. (*)