Orang Bakhil, Tak Disuka Allah, Dibenci Manusia

Orang Bakhil, Tak Disuka Allah, Dibenci Manusia
Ilustrasi/Net

ORANG pelit yang satu ini keterlaluan. Begitu pelitnya sampai-sampai dia tidak mau keluarkan uangnya untuk hal penting kehidupannya. Untuk hal yang paling primerpun dalam kehidupannya dia berupaya keras bisa mendapatkannya dengan harga super murah, bahkan kalau bisa gratis. Tak jarang kita melihat orang kaya yang bakhil ini berada dalam antrean panjang penerima sedekah. Terlalu sekali bukan?

Untuk lauk makan sekeluarga saja dia tak mau selalu keluarkan uang. Cukup membeli ikan kering super asin yang digantung di atas meja makan untuk dilihat bersama saat makan biar kerongkongannya merasa asin sendiri. Tips bakhil betulan bukan? Bahkan pernah saat dia sakit dan istrinya membelikannya obat, istrinya dimarahi habis-habisan gara-gara tidak membelikannya obat yang hampir kadaluarsa, harganya pasti lebih murah, pikirnya.

Dari kasus ini saya teringat kata-kata bijak menantu Rasulullah yang cerdas dan menjadi pintu ilmu itu, Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu: "Orang bakhil itu hidup di dunia seperti hidupnya orang fakir miskin, dan dihisab atau dimintai pertanggungjawaban di akhirat dengan hisab sebagai orang kaya".

Sungguh pilihan hidup yang tak menyenangkan, bukan? Inilah alasan mengapa orang bakhil itu tak disuka Allah dan tak disenangi manusia.

Jangan bakhil ya, nikmati anugerah Allah sambil mensyukurinya. Tasharrufkan (pergunakan) harta di jalan yang disuka Allah, pastilah bahagia hadir ke dalam jiwa. Berbagilah bahagia dengan banyak orang, maka akan banyak orang yang akan menjadi pasukan Allah yang akan membahagiakan kita. Life is so simple, jangan dipersulit sendiri. Salam, AIM. [*]