Sepanjang 2020, BPBD Garut Catat 243 Bencana di Garut

Sepanjang 2020, BPBD Garut Catat 243 Bencana di Garut
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut mencatat selama Januari-Desember 2020, di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Garut terjadi beragam bencana sebanyak 243 kejadian. Baik di musim kemarau maupun musim hujan.

Sehingga masyarakat di Kabupaten Garut dituntut senantiasa berhati-hati dan waspada menghadapi berbagai potensi bencana, terutama di musim hujan yang selalu diwarnai kejadian banjir dan longsor.  

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Firman Karyadin didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Daris Hilman, dari sebanyak 243 kejadian bencana itu, paling dominan bencana tanah longsor sebanyak 141 kejadian, disusul banjir sebanyak 49 kejadian, angin kencang/puting beliung sebanyak 20 kejadian, dan pergerakan tanah sebanyak 15 kejadian. 

Bencana lainnya antara lain kebakaran lahan/hutan, gempa bumi, pohon tumbang, rumah roboh, cuaca ekstrim, dan orang hilang. 

Dari ratusan kejadian bencana tersebut, sedikitnya 4.303 kepala keluarga/13.360 terdampak, dengan tiga orang meninggal dunia, dan dua orang terluka. Sebanyak 128 jiwa penduduk terdampak juga terpaksa mengungsi ke tempat aman menghindari hal tak diharapkan akibat bencana. 

Selain itu, bangunan rumah dan berbagai bangunan infrastruktur hancur atau rusak terdampak beragam bencana tersebut. 

Selama 2020,  ada sebanyak 6.048 bangunan rumah penduduk terdampak bencana, terdiri atas sebanyak 621 unit rumah hancur, 169 unit rumah rusak berat, 142 unit rumah rusak sedang, 1.810 unit rumah rusak ringan, 543 unit rumah terancam, dan 2.763 unit rumah terendam banjir.

Turut terdampak sebanyak 30 unit sekolah, 35 unit tempat ibadah, 11 hektare lahan sawah, dua unit fasilitas umum, tujuh hektare lahan/hutan, dua kilomter jalan, 27 hektare kebun, satu hektare kolam ikan, dan sebanyak 34.039 unit bangunan irigasi.

Selain dikenal keindahan alam serta sebagai daerah penghasil aneka produk pertanian, Kabupaten Garut juga sejak lama dikenal merupakan daerah paling rentan terjadi bencana alam berbagai jenis. Mulai longsor, banjir, letusan gunung berapi, angin puting beliung, kebakaran hutan, hingga tsunami. 

Berdasarkan data Indeks Rawan Bencana se-Jawa Barat pada 2011, Kabupaten Garut menempati rangking kesatu sebagai daerah rawan bencana dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Barat, bahkan se-Indonesia.

Tak heran, dengan kondisinya yang rawan bencana, sejumlah kalangan pemerhati bencana sempat mengibaratkan Garut yang memiliki luas wilayah 3.066,88 kilometer persegi itu sebagai mini market bencana.

"Secara geografis, geologis, hidrologis, dan klimatologi, Garut rawan terjadi tanah longsor, gempa bumi, letusan gunung, puting beliung, banjir, tsunami, kekeringan, hingga bencana antariksa. Karena itu, semua penduduk Garut mesti mengenali kondisi masing-masing lingkungannya dan mampu mendeteksi dini potensi bencana agar tidak terjadi, atau bisa menghindari dampaknya," kata Daris disertai Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Tb Agus Sopyan, Minggu (24/1/2021). (Zainulmukhtar)