Diperiksa 22 Jam, Ini Pengakuan Joko Driyono

Diperiksa 22 Jam, Ini Pengakuan Joko Driyono
Joko Driyono, menjalani pemeriksaan lanjutan di Direktorat Reserse Kriminal Umum selama 22 jam
INILAH, Jakarta - Pelaksana Tugas Ketua Umum (Plt Ketum) PSSI, Joko Driyono, menjalani pemeriksaan lanjutan di Direktorat Reserse Kriminal Umum selama 22 jam. Jokdri menyebut pemeriksaan melelahkan namun nyaman.
 
Jokdri tiba di Mapolda Metro Jaya, Kamis (21/2/2019) pukul 09:45 pagi. Dia baru keluar ruang pemeriksaan Jumat (22/2/2019) pagi pukul 08:05 pagi. Ada 17 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada pria asal Ngawi itu.
 
Pemeriksaan ini merupakan lanjutan setelah Jokdri meminta pemeriksaan pertama awal pekan ini dihentikan karena alasan kelelahan. Selama 22 jam pemeriksaan dia baru menjawab 15 dari 32 pertanyaan penyidik.
 
Panjangnya waktu pemeriksaan diakui Jokdri membuatnya kelelahan, namun ia membantah ada tekanan dari penyidik selama proses berlangsung.
 
"Alhamdulillah pemeriksaan kedua yang saya lalui cukup melelahkan dan panjang tapi saya merasa nyaman menjalani proses ini. Mudah mudahan penjelasan yang saya sampaikan sebagaimana yang di terima dan didengarkan penyidik menjadi bahan untuk proses ini hingga diharapkan segera bisa dituntaskan," kata Joko kepada jurnalis.
 
"Dan sekali lagi saya sampaikan penyidik dan Satgas telah melayani proses penyidikan dengan baik dan nyaman, profesional, dan saya merasa dalam pemeriksaan yang cukup lama tapi bisa menjalaninya," ia menambahkan.
 
Mantan orang nomor satu di PT Liga Indonesia itu menegaskan pemeriksaan lanjutan tidak ada kaitannya dengan peristiwa di bekas kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park, Kuningan.
 
"Ini tentu ada hubungan dengan peristiwa di Rasuna Office Park di Jakarta saat saya berada di Abu Dhabi. Tapi subtansinya karen sudah masuk proses hukum. Mudah-mudahan bisa dituntaskan."
 
"Semua hal yang teman-teman tanyakan saya tak bisa sampaikan karena ini sudah masuk ke proses hukum ya kami ikuti dan saya siap menjalankan," ia memungkasi. (inilah.com)