Pemerintah Harus Segera Memperhatikan Solusi Saung Angklung Udjo

Pemerintah Harus Segera Memperhatikan Solusi Saung Angklung Udjo
istimewa

INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 memberi dampak besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya Saung Angklung Udjo yang sudah melegenda itu.

Melihat kondisi ini, Sekertaris Komisi D Kota Bandung, Asep Sudrajat angkat bicara. Kata dia, dengan kondisi pandemi seperti sekarang ini, semua orang tidak bisa memaksakan dengan keadaan dilapangan yang bisa berimbas dan dikhawatirkan ada klaster-klaster baru.

"Karena dari pengelola Saung Angklung Udjo pun kemungkinan kenapa mereka harus diberhentikan dulu, karena kondisi si pengunjung pasti berkurang. Dengan kegiatan-kegiatan atau event-event yang biasa dilakukan di Saung Angklung Udjo itu kan, kalau tidak pandemi itu luar biasa," ujar Asep, Senin (25/1/2021).

Selain Saung Angklung Udjo yang memikirkan masalah penggajian dan perawatannya kata Asep, pemerintah setempat pun harus turun tangan dalam menyelesaikan persoalan karyawan yang 600 ini.

"Sebenarnya berbicara solusi ada di pemerintah, bagaimana pemerintah bisa lebih memperhatikan lah ya, para karyawan itu sendiri," ucapnya.

Dia berharap Saung Angklung Udjo tetap bertahan, walaupun dengan puluhan karyawannya. Selain itu, mudah-mudahan pandemi ini sergera berakhir.

"Apa yang disampaikan oleh para ahli memang harus segera diberikan kepada masyarakat, bahwa dengan adanya vaksin imunnya bisa meningkat," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Saung Angklung Udjo terancam tutup akibat dampak pandemi Covid-19 terus menerus hingga sampai saat ini.

"Iya, inilah dalam kondisi begini, tidak ada pemasukan, mungkin bisa ditutup. Penyebabnya, semua orang tau lah, tidak ada pengunjung sama sekali dan juga regulasi pemerintah, saya paham itu," kata Dirut Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat, kepada INILAHKORAN saat dihubungi, Kamis (21/1/2021).

Dia tidak menampik kenapa salah satu destinasi wisata budaya di Kota Bandung yang sudah melegenda itu terancam tutup, karena semua pegawainya harus di gaji.

"Saya harus menggaji terus pengawai, pemeliharaan tempat, pegawai hampir 600 orang sebagian ada disini, bukan bertahan, artinya yang menjaga gawang tinggal 40 orang," ujar Taufik. (Okky Adiana)