Liga 1 2020 Disetop, Ketua Viking Beri Pesan Untuk Persib dan Manajemen

Liga 1 2020 Disetop, Ketua Viking Beri Pesan Untuk Persib dan Manajemen
istimewa

INILAH, Bandung - Ketua Umum Viking Persib Club (VPC), Herru Joko turut buka suara mengenai berhentinya Liga 1 2020.  Keputusan itu dikeluarkan PSSI lantaran mendapatkan desakan dari sebagian besar peserta klub. 

 

Menurut Herru, keputusan tersebut harus dihormati. Terlebih, keputusan dikeluarkan melalui rapat Komite Eksekutif (Exco). 

 

"Jadi, semuanya sudah dipertimbangkan dengan matang," ujar Herru saat dihubungi. 

 

Herru akui berhentinya Liga 1 2020 sangat disayangkan. Pasalnya tim kebanggaannya sudah berada di puncak klasemen dengan raihan poin sempurna dari tiga pertandingan yang telah dilakoni. 

 

"Tapi, tidak apa-apa, menerima lah. Mungkin nanti akan berhubungan dengan jadwal yang baru lagi. Jadi, kami menerima yang penting kami ingin segera ada kompetisi," katanya.

 

Herru pun tak mempermasalahkan meski di Liga 1 musim 2021, seluruh pertandingan tanpa dihadiri penonton. Baginya yang terpenting kompetisi bisa berjalan sebagai obat penghibur di masa pandemi Covid-19. 

 

"Saya sih sangat percaya dengan kapasitasnya Polri pemberi izin, pasti tidak akan sembarangan. Pasti akan memberi izin pada saat yang tepat. Maka, kami akan menunggu kompetisi sampai keadaan nyaman dan aman. Jangan memaksakan, pasti pertimbangan-pertimbangannya saya yakin pasti matang. Kami menunggu, kami menyadari keadaan," tegasnya. 

 

Herru hanya berharap di musim 2021 nanti, Persib Bandung bisa mengulang prestasi ciamik yang terjadi di musim 2020. Sehingga tim berjulukan Maung Bandung itu bisa benar-benar kembali berjaya seperti pada musim 1995 dan musim 2014 silam. 

 

"Kami harap apa yang harus dikerjakan sama pemain dan manajemen pasti sudah tahu apa yang harus dikerjakan. Pemain harus tetap menjaga stamina, fisik harus dijaga karena akan ada kompetisi lagi," harapnya.

 

Sementara bagi manajemen Persib, Herru berharap mengoptimalkan keadaan meski di masa pandemi Covid-19. Paling tidak, bisa mengobati kerinduan para Bobotoh yang sudah cukup lama tidak menyaksikan tim kesayangannya bertanding. 

 

"Sekarang kan zaman medsos, bisa dioptimalkan karena rakyat Jabar sangat menunggu kabar-kabar atau apa. Yang pasti saya berharap banyak terobosan-terobosan dari manajeman untuk mengobati kerinduan," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)