Habis Bantu Bencana Puncak, Jajang Kecelakaan, Siapa Bisa Bantu?

Habis Bantu Bencana Puncak, Jajang Kecelakaan, Siapa Bisa Bantu?

INILAH, Bogor - Jajang (39 tahun), anggota Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Bogor bernasib naas. Ia mengalami kecelakaan lalu lintas hingga mengalami gegar otak di Jalan Pahlawan, Bogor Selatan, Kota Bogor.

Ia mengalami kecelakaan lalu lintas saat ingin pulang ke rumahnya di Kampung Kemang RT 01 RW 10 Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor setelah lima hari bertugas di lokasi bencana alam tanah longsor dan banjir bandang Blok C Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Cisarua.

Karena dianggap mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal, Jajang tidak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja hingga pihak keluarga kesulitan dalam membiayai pengobatannya. Apalagi Jajang dalam waktu singkat harus membeli vitamin otak seharga Rp 14 juta yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Karena kelelahan bertugas di lokasi bencana alam tanah longsor dan banjir bandang, anggota Tagana Kabupaten Bogor bernama Jajang pada Sabtu dini hari pekan lalu mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal menabrak tiang listrik hingga mengalami pendarahan di kepala," kata Kasi Pemulihan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor Sri Mulyani kepada wartawan,Selasa (26/1).

Ia menerangkan banyak obat yang diluar tanggungan BPJS Kesehatan hingga pihak Dinas Sosial dan keluarga mengalami kesulitan untuk membiayainya.

"Untuk obat yang harganya jutaan dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan pembeliannya dibiayai oleh Dinas Sosial, tetapi untuk membeli vitamin  otak yang harganya Rp 14 juta perbuah jujur kami kewalahan hingga kami sudah mengirim surat memohon bantuan kepada Bupati Bogor Ade Yasin," terangnya.

Yani sapaan akrabnya menuturkan bahwa Jajang saat ini masih dirawat di RS PMI Kota Bogor dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor kabarnya akan merawat Jajang di salah satu RSUD di Bumi Tegar Beriman.

"Kabarnya Dinas Kesehatan akan memberikan bantuan, untuk jenis bantuannya masih dikordinasikan dan ada kemungkinan akan dipindah rawat inapnya ke salah satu RSUD karena dia ," tutur Yani. (Reza Zurifwan)