Tegas! Dinkes Kota Bandung Imbau Warga Taati Protokol Kesehatan

Tegas! Dinkes Kota Bandung Imbau Warga Taati Protokol Kesehatan
Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara. (Istimewa)

INILAH, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung secara tegas mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan seiring meningkatnya keterisian tempat tidur di rumah sakit yang telah mencapai angka 75,03 persen. 

"Persentase 75,03 persen ini, bukan diartikan bahwa terjadi penurunan jumlah kasus pasien terkonfirmasi di Kota Bandung. Melainkan rumah sakit rujukan ini yang menambah kapasitasnya untuk layanan Covid-19," kata Kadinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara pada Selasa (26/1/2021). 

Menurutnya, setiap RS rujukan Covid-19 di Kota Bandung telah memiliki skenario jika terjadi penambahan kasus. Skenario memungkinkan pihak RS mengetahui kebutuhan ruangan dan fasilitas yang harus ditambahkan agar dapat melayani pasien Covid-19.

"Komitmen setiap RS rujukan untuk terus dapat berupaya menambah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dalam melayani pelayanan pasien Covid-19 di Kota Bandung sudah cukup bagus. Tetapi, Kota Bandung melayani Bandung Raya," ucapnya. 

Dinkes Kota Bandung, dituturkan dia pun terus berupaya agar tidak semua pasien terkonfirmasi Covid-19 harus masuk ke RS rujukan. Karenanya, pihaknya bekerja sama dengan Satgas dan Forkopimda terus menyiapkan penambahan ruang ruang isolasi mandiri. 

"Kami berharap juga dari sektor kewilayahan dapat membuat tempat isolasi sesuai dengan kapasitas dan potensi d wilayahnya. Hal ini kita upayakan untuk dapat mengurangi beban pelayanan pasien Covid-19 di RS. Sehingga dapat memprioritaskan pasien Covid-19," ujar dia. 

Ahyani mengatakan, Dinkes Kota Bandung pun terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan instansi lain agar dapat memaksimalkan fasilitas kesehatan. Salah satunya dengan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD). 

Namun dirinya kembali mengingatkan, upaya pemerintah Kota tidak akan membuahkan hasil tanpa dukungan masyarakat. Masyarakat hanya perlu menjaga kesehatan dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

"Fasilitas kesehatan itu adanya di hilir. Tetapi bagaimana pun benteng utamanya adalah setiap individu harus terus meningkatkan disiplinnya menegakan protokol kesehatan. Untuk mengetahui tingkat keterisian tempat tidur, masyarakat bisa mengaksesnya melalui aplikasi SIRANAP RS. Aplikasi itu bisa diunduh di PlayStore," tandasnya. (Yogo Triastopo)