Korban Kian Melonjak, DPRD Jabar Desak Pemprov Evaluasi PPKM

Korban Kian Melonjak, DPRD Jabar Desak Pemprov Evaluasi PPKM
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung – Seiring dengan kian massifnya korban yang berjatuhan akibat terpapar pandemi Covid-19, Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov), untuk segera mengevaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Dia menilai, sejauh ini tidak ada dampak yang signifikan dari PPKM terhadap penanggulangan penyebaran pandemi. Menurutnya, jauh lebih efektif kala Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan ketimbang kebijakan saat ini. Terlebih sekarang, sudah mulai muncul klaster keluarga yang harus segera diantisipasi.

“Menurut saya, PPKM ini perlu di evaluasi. Soalnya seperti tidak ada bedanya, ketika PPKM dilakukan dengan tidak. Jumlah pasien terpapar malah semakin banyak. Apalagi sekarang sudah masuk klaster keluarga, sehingga perlu di evaluasi secara bersama-sama dan harus diambil langkah yang tepat dan serius,” ujar Siti kepada INILAH, Selasa (26/1/2021).

“Apa yang saya rasakan, PSBB jauh lebih efektif dalam menekan jumlah korban daripada PPKM ini. Saya rasa perlu dipertimbangkan kembali dalam kebijakan tersebut, sebagai langkah upaya kita untuk mengantisipasi agar musibah ini tidak semakin parah,” lanjutnya.

Selain itu, Siti juga berharap ada kebijakan yang efektif dari pemerintah dalam pemulihan ekonomi. Dia berharap, pemerintah dapat lebih serius dalam penanganan pemulihan ekonomi masyarakat, dengan memprioritaskan sektor-sektor vital agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil, kendati sedang dalam masa pandemi.

“Kemudian soal pemulihan ekonomi. Itu harus dicari solusinya. Suka atau tidak suka, itu jadi penopang kita. Saya harap pemerintah Jawa Barat untuk serius dalam penanganan pemulihan ekonomi masyarakat. Misalnya di sektor pertanian, ketahanan pangan, ekonomi kreatif dan ekonomi digital. Sebab, sektor tersebut sangat penting dalam menjaga kebutuhan vital kita pada situasi sekarang. Mungkin ada baiknya anggaran yang ada, dioptimalkan pada sektor tersebut ketimbang hal lain,” ucapnya.

Sementara mengenai vaksin, Siti menjelaskan program vaksinasi tahap satu masih berlangsung. Dia berharap, pada tahap kedua nanti pemerintah dapat lebih gencar, baik dalam memberikan informasi maupun target masyarakat yang akan diberikan vaksin.

“Soal vaksin, tahap satu masih sedang berlangsung. Tadi saya juga dari Rumah Sakit Cicendo untuk melihat perkembangannya. Untuk tahap kedua, rencananya mungkin Februari nanti. Tapi kita memang belum mengetahui secara detail. Nanti kita akan coba bahas dengan Komite Covid-19 Jabar. Soalnya saya lihat masih landai. Walaupun harusnya gencar dari pemerintah dalam memberikan informasi. Kalau daerah kan gimana provinsi dan provinsi juga gimana pusat. Semoga saja ada kebijakan yang baik untuk kita bersama,” harapnya. (Yuliantono)