Perkuat Pengawasan Pupuk Bersubsidi, PKC dan 132 Distributor Teken SPJB

Perkuat Pengawasan Pupuk Bersubsidi, PKC dan 132 Distributor Teken SPJB
net

INILAH, Bandung - Belum lama ini, PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) mengumpulkan perwakilan dari 132 distibutor resmi pupuk subsidi yang ada di wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah. 

Para distributor itu dikumpulkan untuk menguatkan komitmen melalui surat perjanjian jual beli (SPJB). 

Adapun kerja sama yang dimaksud yaitu hal penyaluran pupuk bersubsidi hingga tingkat petani. Selain itu, tujuan penandatangan perjanjian ini, juga tak lain untuk mengingatkan kembali tugas dan fungsi para distributor ini terkait pelayanan terbaik untuk distribusinya. 

Sekretaris Perusahaan PKC Ade Cahya Kurniawan menjelaskan, pupuk bersubsidi harus benar-benar disalurkan pada yang berhak. Untuk itu, melalui penandatanganan kerja sama diharapkan bisa memperkuat pengawasan penyaluran pupuk.

“Pupuk subsidi, harus terserap dengan optimal dan tepat sasaran. Kemudian, harus dirasakan langsung oleh petani. Serta, punya nilai tepat manfaat,” ujar Ade, Rabu (27/1/2021).

Ade menjelaskan, dalam SPJB tersebut ada tiga poin yang ditekankan manajemen kepada distributor. Antara lain, memastikan dan memberlakukan alokasi pupuk subsidi untuk petani sesuai sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). 

Poin kedua yakni memanfaatkan kartu tani sebagai media transaksi pembelian pupuk subsidi. Selain itu, pemerintah melakukan perubahan formula Phonska 15-15-15 (subsidi) menjadi formula NPK 15-10-12.

“Dalam kegiatan kemarin, juga termasuk sosialisasi mengenai kebijakan yang meliputi tata cara penyaluran pupuk subsidi dari lini 1 ke lini 3 dan kepatuhan peraturan sesuai Permendag No 15/2013,” jelasnya.

Dengan komitmen bersama itu, Ade berharap bisa tercipta kolaborasi PKC dengan distributor untuk mewujudkan solusi andal agribisnis dengan pendampingan menyeluruh untuk hasil pertanian yang optimal. 

Pihaknya juga berharap petani harus memahami makna dari pupuk bersubsidi itu sendiri. 

Hal itu perlu dilakukan agar pupuk bersubsidi bisa digunakan tepat sasaran, manfaat, dan takaran. Dalam hal ini, pihaknya pun mengapresiasi kinerja para distributor dan kios pengecer selama ini. Sebab, kehadiran mereka semakin mendekatkan pupuk dengan petani.

“Distributor sampai pengecer ini, merupakan ujung tombak distribusi pupuk bersubsidi. Jadi, pengawasannya juga harus diperkuat,” sebutnya. (*)