Man-U Kalah, Ole Kembali ke Laptop: Salahkan Wasit!

Man-U Kalah, Ole Kembali ke Laptop: Salahkan Wasit!

INILAH, Manchester - Seperti biasa, Ole Gunnar Solskjaer kembali ke laptop. Dia menyalahkan dua keputusan wasit yang membuat Manchester United kalah 1-2 dari Sheffield United dalam lanjutan Kompetisi Liga Primer Inggris, Rabu atau Kamis (28/1/2020) dinihari WIB.

Sheffield United menghadirkan pukulan telak bagi Manchester United dalam upaya rebutan gelar juara. Kekalahan ini membuat Manchester United gagal menyalip kembali tetangga berisiknya, Manchester City.

Gol Oliver Burke, 15 menit menjelang bubaran, membuat pasukan Chris Wilder meninggalkan Old Trafford dengan tiga poin yang tak mereka perhitungkan. Itu sekaligus mengangkat moral Sheffield United untuk terus menapak ke peringkat yang lebih baik.

Solskjaer tak hendak mengkritik gol Burke. Dia hanya masih kesal dengan gol pembuka Sheffield United di menit ke-23 yang dijaringkan Kean Bryan. Ole Gunnas Solskjaer menilai gol itu harusnya tak disahkan wasit karena terjadi pelanggaran terhadap kiper David de Gea dalam prosesnya.

Selain itu, dia juga mengkritik wasit karena menganulir gol Anthony Martial tak lama setelah Harry Maguire menyamakan kedudukan. Sebelum Martial menjebol gawang Sheffield United, terjadi pelanggaran terhadap kiper Aaron Ramsdale.

"Kami memenangkan penguasaan bola, tapi jika kita kecolongan dua gol yang buruk, itu selalu menyulitkan. Kami tak cukup membuka peluang mencetak gol," kata Solskjaer.

Dia menilai pasukannya kehilangan sentuhan magisnya. Tapi, dia juga secara jujur menilai lawan bertahan dengan baik.

"Gol pertama itu pelanggaran. Billy Sharp berlari ke arah David de Gea. Di sisi lain, tak ada pelanggaran atas gol yang dianulir wasit buat kami. Tapi, begitulah yang terjadi musim ini. Dua kesalahan dilakukan wasit," katanya.

Beda dengan Solskjaer, legenda Old Trafford, Rio Ferdinand, justru kesal dengan mantan klubnya. "Tidak seperti itu. Gol kedua, kami kecolongan begitu buruk. Begitu mudah. Kami tak mampu membuang bola. Tiga atau empat keputusan keliru, bukan karakter kami," katanya.