Buntut Pilkades, Kades Tanjungsari Terpilih dan Bupati Ade Yasin Digugat Rp1 Triliun

Buntut Pilkades, Kades Tanjungsari Terpilih dan Bupati Ade Yasin Digugat Rp1 Triliun
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Tanjungsari - Akhmad Khozinudin selaku pengacara Yani Hasan Bhayangkara dan Partners menggugat dan menyomasi terbuka Bupati Bogor Ade Yasin selaku tergugat II.

Untuk tergugat I, para penggugat menggugat Jajang Rustala selaku kepala desa terpilih Desa Cibadak karena dianggap atau diduga menodai agama. Pasalnya, dalam kampanyenya pada akhir Desember lalu Jajang mengedarkan mushaf Alquran yang di dalamnya terpampang stiker bergambar foto diri bersama dan istrinya Novianti Putri.

Selain pasal 156 A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), kedua tergugat juga terancam pasal lain karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum.


"Setelah mendaftarkan gugatan ke PN Kelas I A Cibinong, hari ini juga kami melakukan somasi Bupati Bogor Ade Yasin dan Jajang Rustala selaku tergugat II dan tergugat I," kata Akhmad kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).

Dia menerangkan, selain pidana pihaknya yang merupakan kuasa hukum warga Desa Cibadak juga menggugat secara perdata dan menuntut kerugian materil kepada para tergugat sebesar Rp1 triliun.

"Tuntutan perdata dengan meminta kerugian imateril sebesar Rp1 triliun itu akan  ditanggung renteng oleh para tergugat apabila tuntutan kami disetujui majelis hakim PN Kelas I A Cibinong," terangnya.

Akhmad menuturkan, dikarenakan Jumat (5/2/2021) besok akan ada pelantikan 88 kepala desa yang memenangi ajang Pilkades maka pihaknya pun meminta pelantikan Jajang Rustala selaku Kepala Desa Cibadak terpilih ditunda sambil menunggu kepastian hukum.

"Ada kontra dari masyarakat akibat perilaku Jajang Rustala hingga mereka diwakili kami meminta Bogor Ade Yasin melakukan penundaan pelantikan Jajang Rustala selaku kepala desa Cibadak. Kami juga sudah memohon keluarnya fatwa MUI terhadap dimanfaatkannya Alquran untuk kepentingan kampanye," tutur Akhmad.

Sementara itu, Direktur Yani Hasan Bhayangkara dan Partners Yasin Hasan menjelaskan gugatan dan somasi yang dilakukan itu berkaitan dengan ajang Pilkades, beberapa waktu lalu.

"Klien kami bukan calon Kepala Desa Cibadak yang kalah, tetapi benar-benar murni permintaan warga Desa Cibadak yang marah dan bergejolak karena Kepala Desa Cibadak terpilih itu dianggap menodai agama dan adanya sikap arogan," jelas Yasin. (Reza Zurifwan)