Defisit Anggaran, Wabup Bogor Janji Tak Menggeser Anggaran Insfrastruktur yang Mendesak

Defisit Anggaran, Wabup Bogor Janji Tak Menggeser Anggaran Insfrastruktur yang Mendesak
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Pada awal 2021 ini, Pemkab Bogor mengalami defisit anggaran hingga sekitar Rp460 miliar. Kondisi itu memaksa refocusing atau pergeseran alokasi anggaran.

Meski demikian, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan berjanji tak akan menggeser anggaran pembangunan insfrastruktur jalan, jembatan, sekolah, tanggul penahan tanah dan lainnya yang bersifat mendesak.

Selain itu, alokasi anggaran untuk penanganan wabah Covid-19 baik di 4 RSUD maupun 101 Puskesmas juga bakal tidak terganggu, bahkan di siapkan khusus melalui anggaran biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp100 miliar. 


"Saat ini tim anggaran pendapatan belanja daerah (TAPD) Kabupaten Bogor masih menggeser alokasi, anggaran pembangunan insfrastruktur jalan, jembatan, sekolah, tanggul penahan tanah dan penanganan Covid-19 yang terbilang mendesak tidak bakal diganggu," ujar Iwan kepada wartawan, Minggu (7/2/2021).
 
Dia menerangkan, alasan jajarannya tidak menggeser anggaran diatas karena selain alasan kesehatan masyarakat juga demi pemulihan ekonomi.

"Proyek pembangunan insfrastruktur jalan, jembatan, sekolah, tanggul penahan tanah dan lainnya kan bakal menciptakan lowongan  kerja hingga masyarakat tidak terkapar secara ekonominya," terangnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor Suryanto Putra menuturkan TAPD sudah menggeser beberapa alokasi anggaran pelatihan peningkatan sumber daya mineral, biaya perjalanan dinas, biaya kunjungan kerja, biaya makan minum dan belanja lainnya yang bersifat tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

"Saat ini defisit anggaran sudah berhasil di tingkat hampir ideal, kemungkinan  kita bakal efesiensi alokasi anggaran Proyek pembangunan insfrastruktur jalan, jembatan, sekolah, tanggul penahan tanah dan lainnya. Efesiensi ini bukan meniadakan proyek insfrastrukturnya," tutur Suryanto.

Sedangkan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto meminta anggaran BTT untuk 4 RSUD dan 101 Puskesmas diperuntukkan untuk penanganan Covid 19, khusus untuk RSUD dia berharap untuk pengadaan alat ICU pasien Covid 19.

"RSUD Leuwiliang dan lainnya hingga saat ini sangat kekurangan alat ICU pasien Covid 19 hingga saya pun berharap anggaran BTT Tahun 2021 ini diproritaskan untuk pengadaan alat tersebut, saat ini pasien Covid 19 yang mau masuk ruang ICU juga banyak antrian hingga ini menjadi keprihatinan kami selaku wakil rakyat," pinta Rudy.

Dari informasi yang dihimpun, rencana alokasi BTT pada 2021 sebesar Rp100 miliar itu rinciannya untuk RSUD Cileungsi sebesar Rp13 miliar, RSUD Ciawi (Rp25 miliar), RSUD Cibinong (Rp33 miliar), RSUD Leuwiliang (Rp13 miliar), dan 101 Puskesmas sebesar Rp12 miliar. (Reza Zurifwan)