Dirjen PFM Kemensos Apresiasi Positif Peran serta PT CBS dalam Pengelolaan BNPT

Dirjen PFM Kemensos Apresiasi Positif Peran serta PT CBS dalam Pengelolaan BNPT
Foto: Dani R Nugraha



INILAH, Bandung - Kementerian Sosial (Kemensos) mengapresiasi langkah PT Citra Bangung Selaras (CBS) sebagai pengelola Pasar Ikan Modern (PIM) Soreang sebagai BUMD yang terlibat dalam program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Hal tersebut dikemukakan Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Asep Sasa Purnama dalam agenda lawatannya ke PIM Soreang belum lama ini.

"Pemkab Bandung melalui Dinas Sosial dan PT CBS berhasil mensinergikan  program antarkementerian yakni Kementerian Sosial dan Kementrian Kelautan dan Perikanan dengan wajibnya menggunakan ikan sebagai representasi protein hewani dalam komoditas BPNT. Hal tersebut sejalan dengan program Gemar Ikan dan pengentasan stunting di Kabupaten Bandung. Kemensos mengapresiasi dengan dilibatkannya BUMD dalam program BPNT akan mempermudah fungsi controling atas kualitas dan harga komoditas yang sampai ke KPM," kata Asep, Minggu (7/1/2021).

Dia menjelaskan, dengan dilibatkannya BUMD dapat sejalan dengan program pemberdayaan yang diharapkan Menteri Sosial. Pemberdayaan masyarakat yang terlibat dalam proses pengepakan serta distribusi. Sehingga program BPNT menjadi berkah bagi masyarakat banyak. Kemensos berharap kepada Dirut PT CBS Adhitia Yudisthira agar program ini dapat terus dikembangkan tidak hanya sebatas satu komoditas ikan saja tapi komoditas lainnya dengan konsep pemberdayaan.


"Kemensos akan segera melakukan MoU dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dan akan menjadikan PIM Bandung dan BUMD PT CBS sebagai role model serta narasumber penyaluran BPNT dengan konsep sinergitas dan pemberdayaan kabupaten/kota se-Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Dirut PT CBS Adhitia Yudisthira menambahkan, ke depan diharapkan apa yang sudah berjalan dapat terus didukung Pemerintahan Kabupaten Bandung. Khususnya, bupati Bandung yang akan dilantik dengan menerbitkan regulasi serta kebijakan yang lebih ketat agar program yang berjalan dapat sesuai harapan semua pihak. (Dani R Nugraha)