Akhir Pekan, Kabupaten Bogor 'Panen' 25 Bencana

Akhir Pekan, Kabupaten Bogor 'Panen' 25 Bencana
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Fenomena La Nina di Bumi Tegar Beriman membuat BPBD Kabupaten Bogor memantau tujuh sungai besar yang berada di wilayah barat, timur, selatan, utara, dan tengah.

Pada akhir pekan kemarin, berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor telah terjadi  25 kejadian bencana alam banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Bencana alam tersebut terjadi di Kecamatan Megamendung, Cisarua, Ciawi, Tenjolaya, Sukajaya, Nanggung, Citeureup, Cijeruk, Jasinga, Dramaga, Ciampea, Tanjungsari, dan Cigombong.

"Akibat bencana alam akhir pekan kemarin di 25 titik dan 13 kecamatan, 32 unit rumah mengalami rusak ringan, 18 unit rumah mengalami rusak sedang, 1 unit rumah rusak berat dan 2 ruas jalan sempat tertutup timbunan tanah longsor. Untuk perkiraan besar kerugian masih kami dalam proses perhitungan," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Dede Armansyah kepada wartawan, Senin (8/2/2021).


Dia menerangkan, fenomena La Nina membuat Kabupaten Bogor berpotensi besar masih diguyur hujan deras secara terus menerus hingga akhir bulan ini, hingga untuk mengantisipasi bencana alam banjir bandang maupun longsor tersebut pihaknya terus memantau seluruh sungai besar seperti Sungai Ciliwung, Cisadane, Cibeet, Cikeas, Cileungsi, dan Cidurian.

"Ada tujuh sungai besar dan hulu sungainya yang kami monitor ketinggian debit airnya demi mengantisipasi timbulnya korban pada bencana alam tersebut," terangnya.

Dia menuturkan, pemantauan ketinggian debit air di tujuh sungai besar diatas melibatkan banyak relawan.

"Relawan yang terlibat dalam pemantauan ketinggian debit air dan antisipasi bencana alam ini banyak seperti Forum Pengurangan Risiko Bencana Alam, KP2C, Orari, Pepeling, Destana, Pramuka, Satgas Lingkungan Hidup dan lainnya. Statusnya ada yang siaga 3 seperti Sungai Ciliwung atau Siaga 2 seperti Sungai Cileungsi," tutur Dede.

Dia menjelaskan, berkat pemantauan ketinggian debit air yang dilakukan oleh banyak pihak, risiko terjadinya korban luka, jiwa maupun materil bisa dihindari atau dikurangi.

"Bencana alam banjir bandang dan tanah longsor pada akhir pekan kemarin itu tidak ada korban luka  apalagi jiwa, kerugian materil juga bisa kita tekan sekecil mungkin karena sebelumnya barang-barang milik korban bencana alam sudah kita pindahkan," jelas Dede. (Reza Zurifwan)