Rancangan RDTR dan RTRW Tunggu Informasi BIG

Rancangan RDTR dan RTRW Tunggu Informasi BIG
INILAH, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya menunggu informasi geospasial dari Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai basis data untuk merencanakan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), landasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), juga terkait batas-batas wilayah dan potensi bencana.
 
Bima mengatakan, ada tiga hal menarik yang bisa diterapkan dari kerjasama dengan BIG beberapa waktu lalu, mulai pemetaan, penyajian, dan pemanfaatannya. Pemkot Bogor juga butuh dibimbing dalam tiga hal tersebut.
 
"Mulai dari proses pemetaan semua data tersebut, bagaimana penyajiannya dan pemanfaatannya. Kadang data sudah lengkap, disajikan dengan lengkap tapi kami tidak tahu ini bisa dimanfaatkan untuk apa saja. Saya ingin informasi geospasial yang sudah diolah dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan bagi pemerintah daerah," ungkap Bima kepada wartawan, Minggu (24/2/2019).
 
Bima melanjutkan, terkait data geospasial, bisa menjadi basis data untuk merencanakan RDTR, bisa juga menjadi landasan RTRW juga terkait batas-batas wilayah dan potensi bencana. Saat ini data dikumpulkan dan terintegrasi semuanya, mulai dari data pendidikan, pasar, kesehatan dan yang lainnya. 
 
"Tetapi setelah itu, pemanfaatannya bagaimana dan apa saja yang bisa secara maksimal bisa dimanfaatkan lewat data tersebut. Saya berharap kerjasama yang dilakukan dengan BIG bisa masuk ke dalam tiga hal tadi, pemetaan, penyajian dan pemanfaatan," tuturnya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Erna Hernawati mengungkapkan, kerjasama dengan BIG akan memberikan manfaat keterpaduan semua informasi dalam satu data, utamanya untuk perencanaan tata ruang Kota Bogor, misalnya RTRW, EDTRK, RTBL, Park and Ride dan yang lainnya dalam satu peta yang sama. 
 
"Kami akan membuat satu rancang bangun peta tiga dimensi. Tindak lanjut kesepakatan akan mengundang BIG untuk merumuskan langkah ke depan serta membentuk tim pengembangan simpul jaringan," ungkapnya.
 
Ia melanjutkan, lemahnya SDM Bappeda Kota Bogor, kedepannya akan menetapkan melakukan jabatan analis geospasial, rekrutmen ASN baru yang berlatar belakang geografi geodesi yang memahami SIG, dan melatih ASN/pejabat untuk paham membaca peta. 
 
"Kota Bogor pada tahun 2015 Kota Bogor dan BIG pernah menjalin PKS terkait dengan pemanfaatan informasi geospasial skala besar," pungkasnya.