Gegara Angin Muson, Kabupaten Bogor Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Gegara Angin Muson, Kabupaten Bogor Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana
Ilustrasi/Antara Foto



INILAH, Bogor- Gegara fenomena cuaca ekstrem la nina berganti dengan angin muson, Pemkab Bogor pun memperpanjang status siaga darurat bencana hingga akhir Bulan Maret mendatang.

"Fenomena la nina  akan berakhir lalu ancaman bencana alam hydrometereologi berganti dengan angin kencang atau tepatnya angin muson. Karena hal itu status siaga darurat bencana kami perpanjang hingga akhir Bulan Maret," kata Kepala Pelaksana  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Yani Hassan kepada wartawan, Selasa, (16/2).

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) ini menambahkan personil desa tangguh bencana (Destana) maupun taruna tangguh bencana (Tagana) diharapkan siap menghadapi segala macam bencana.


"Hingga akhir Bulan Februari ancaman la nina masih mengintai lalu di pertengahan Bulan Maret masuk puncaknya angin muson,  kepada personil Destana, Tagana dan juga BPBD diminta siap siaga darurat terhadap ancaman bencana banjir, longsor dan angin kencang," tambahnya.

Angin Muson merupakan angin yang berubah arah tiap setengah tahun. Oleh karena itu, angin muson dinamakan juga angin setengah tahunan. Angin muson terjadi karena adanya perbedaan pemanasan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. 

Untuk ancaman bencana banjir, Yani menuturkan bahwa pihaknya sudah memetakan potensi ancaman tersebut dan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lainnya Pemkab Bogor melakukan mitigasi bencana.

"Mitigasi bencana alam ini bukan hanya tugas BPBD tetapi juga SKPD lainnya hingga kami bekerja bareng melakukan penanaman vetiver, penanaman pohon keras, pengerukan lumpur di sungai, pembangunan dinding penahan tanah (DPT) dan lainnya," tutur Yani.

Diwawancarai terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku Pemkab Bogor berdasarkan peta bencana jajarannya lebih siap dalam mitigasi dan penangganan bencana alam.

"Mulai dari Bappeda Litbang, BPBD, DLH, DPU-PR, Distanhorbun dan SKPD lainnya sudah memaparkan ke saya langkah-langkah mitigasi hingga tahun 2021 ini Pemkab Bogor lebih siap dalam menghadapi potensi bencana alam hingga bisa meminimalisir adanya korban luka, jiwa maupun materil," pungkas Ade. (Reza Zurifwan)