Jangan Tergoda Senyuman Manis dan Sapaan Lembut

Jangan Tergoda Senyuman Manis dan Sapaan Lembut
Ilustrasi/Net



BUKAN maksud kita harus curiga terus kepada setiap orang. Bukan pula merendahkan makna senyuman dan nilai sapaan lembut. Namun, berhati-hati dalam hidup karena kita tak pernah tahu hakikat hati orang yang berjumpa kita. Ada banyak istilah yang terkenal, seperti serigala berbulu domba, musang berbulu ayam, dan sejenisnya yang menggambarkan ketidaksesuaian tampakan luar dan hakikat dalam.

Tetaplah bersikap baik kepada siapapun tapi jangan berlebihan. Harus ada hati-hati dan waspada. Ketika saat hati-hati itu ternyata masih tertipu, maka itulah nasib yang harus dijalani. Saya sering sekali mengalami tertipu model begini. Istri saya sering komentar: "Mas terlalu mudah percaya pada orang sih." Beruntung komentarnya sambil tersenyum, tak menambah laranya hati.

Hari ini saya baca sebuah doa yang dishare sahabat saya yang menarik untuk diamalkan "Ya Allah, bimbing (tunjukkan) saya untuk bertemu dengan orang yang menghendaki kebaikan untuk saya dan jauhkan saya dari orang yang menghendaki kejahatan kepada saya."


Hanya Allah yang tahu akan niat hati orang lain. Karena itu mintalah kepada Allah untuk diperjumpakan dan dipergaulkan dengan orang-orang baik. Konsekuensi dari doa itu adalah sikap netral kita saat berjumpa dengan siapapun.

Jangan biasakan diri "mengadili" isi hati orang lain. Saat tampak ada kelainan atau penyimpangan maka jauhilah. Saat ditemukan di dalam dirinya kebaikan-kebaikan maka akrabilah. Semoga kita semua diperjumpakan selalu dengan orang baik-baik.

Ingat, tidak semua tawa itu bermakna sayang, tawa sang singa adalah pertanda akan menerkam. Salam, AIM. [*]