Ini Tanggapan Kapten Persib Soal Turnamen Pramusim

Ini Tanggapan Kapten Persib Soal Turnamen Pramusim
dok/inilahkoran



INILAH, Bandung - Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir menyatakan kesepakatannya dengan rencana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menggelar turnamen. Terlebih, turnamen itu digulirkan sebelum penyelenggaraan Liga 1 2021. 

Menurutnya, rencana untuk menggelar turnamen adalah keputusan tepat. Paling tidak, bisa membuat masa persiapan tim menghadapi kompetisi jauh lebih maksimal.

Pasalnya, dikatakan Supardi, sudah cukup lama para pemain tidak menjalani pertandingan. Terakhir terjadi pada pertengahan Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. 


"Alhamdulillah kalau ada pramusim Maret. Setidaknya, mengobati kerinduan kita setelah lama istirahat bermain bola," ungkap Supardi saat dihubungi, Rabu (17/2/2021).

Pemilik nomor punggung 22 ini pun menyatakan kesiapannya apabila direkomendasikan untuk terlibat di turnamen yang rencananya akan digelar Maret tersebut. Sebab dia mengaku sudah sangat rindu menjalani pertandingan. 

"Kalau ada pramusim, laksanakan," tegasnya.

Sejauh ini PSSI dan PT LIB sudah merancang turnamen pramusim tersebut. Seperti halnya jumlah peserta yang mengikuti turnamen sebanyak 20 tim. 18 tim dari Liga 1 dan dua tim dari Liga 2, yakni PSMS Medan dan Sriwijaya FC. 

Sementara format turnamen akan menggunakan single round robin. Juara serta tiga tim runner-up terbaik dari masing-masing grup akan lolos ke babak delapan besar.

Di delapan besar, format menggunakan sistem single match. Jika hasil akhir imbang akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu hingga adu penalti. Begitupun babak semifinal dan final.

Total 48 pertandingan turnamen pramusim ini bakal tayang secara langsung di televisi. Seluruh pertandingan dilangsungkan di empat kota. 

Empat kota yang disiapkan adalah Solo, Sleman, Magelang, dan Semarang. Sementara alternatif kedua yang disiapkan adalah Solo, Samarinda, Lampung, dan Palembang.

Namun, sejauh ini PSSI dan PT LIB masih menunggu surat izin dari pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Terlebih, saat ini pandemi Covid-19 di Indonesia masih masif. (Muhammad Ginanjar)