Bank Danamon Fasilitasi Pembiayaan Rp2 Triliun untuk Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19

Bank Danamon Fasilitasi Pembiayaan Rp2 Triliun untuk Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19
istimewa



INILAH, Bandung - PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengumumkan kerja sama pembiayaan syariah dengan PT Bio Farma sebesar Rp1,5 triliun untuk melakukan pembelian bahan baku vaksin dan bahan pendukung untuk produksi vaksin Covid-19. 

Penandatanganan kerja sama fasilitas pembiayaan ini merupakan kelanjutan kemitraan setelah sebelumnya Bank Danamon melalui fasilitas konvensional memfasilitasi pembiayaan sebesar Rp500 miliar pada September lalu. 

“Penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia membutuhkan sinergi yang kuat dari berbagai pihak, Bank Danamon merasa terhormat dapat berkontribusi secara aktif dalam upaya melawan Covid-19 di Indonesia melalui kemitraan ini. Kami harap kerjasama ini mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat dan
juga pemerintah, sehingga dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi  nasional,” kata Direktur Danamon Syariah Herry Hykmanto, Rabu (17/2/2021).


Menurutnya, pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun ini dilakukan melalui Unit Usaha Syariah (UUS), dimana perbankan mengucurkan pembiayaan syariah kepada PT Bio Farma dengan fasilitas pembiayaan omnibus trade syariah yang terdiri dari Syariah Open Account Financing (OAF) Buyer dengan akad Mudharabah, Syariah Letter of Credit (LC) SKBDN dengan akad kafalah bil Ujrah, dan Syariah FATR (Financing Againts Trust Receipt) dengan akad Mudharabah. Sementara, pembiayaan sebesar Rp500 milyar melalui fasilitas konvensional.

"Kerja sama pembiayaan ini merupakan bentuk peran aktif Bank Danamon dalam membantu pemerintah memerangi pandemi Covid-19. Sebelumnya, Bank Danamon juga bekerja sama dengan BNPB dan BP Jamsostek menyalurkan asuransi kepada 10.000 relawan Covid-19 di bawah koordinasi BNPB," ujarnya. 

Seperti diketahui, guna menangguli pandemi ini pemerintah melalui PT Bio Farma berupaya untuk memenuhi kebutuhan domestik. BUMN farmasi itu mempersiapkan sebanyak 15 juta bulk vaksin untuk tahap pertama pada 2021 ini. 

Pemerintah menargetkan 181,5 juta orang menerima vaksin virus corona baru dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Untuk menyuntikkan vaksin virus corona kepada 181 juta orang, pemerintah membutuhkan sekitar 426 juta dosis. (*)