Aset Terbengkalai, DPRD Jabar Bentuk Pansus

Aset Terbengkalai, DPRD Jabar Bentuk Pansus
net



INILAH, Bandung – Menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang pemanfaatan aset yang belum maksimal, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat bakal membentuk Panitia Khusus (Pansus).

Anggota Komisi III DPRD Jabar Husin mengatakan, sejauh ini masih banyak aset baik yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang tidak termanfaatkan dengan baik. Sementara berpotensi besar, menyumbang pendapatan daerah.

Dia berharap, dengan adanya Pansus Aset dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih maksimal. Seperti halnya yang sudah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta, dimana pengelolaan aset tersebut menjadi penyumbang ketiga terbesar untuk pendapatan daerah.


“Ada temuan dari BPK tentang pemanfaatan aset yang belum maksimal. Baik yang dikelola atau dimiliki oleh BUMD, maupun Pemprov. Sebagai perbandingan, DKI Jakarta dimana aset ini nomor tiga dan empat penyumbang favorit untuk PAD. Kalau mereka bisa, ya kenapa Jabar enggak,” kata Husin kepada INILAH, Rabu (17/2/2021).

“Beberapa kali kita diskusi dengan Bapenda, dalam rangka pemanfaatan aset ini. Maka kita rekomendasikan untuk dibentuk Pansus. Selain Pansus BUMD. Rencananya akan dijalankan berbarengan. Itu pun sudah direkomendasikan dalam paripurna akhir tahun 2020 kemarin dan 2021 ini harus jalan. Ini menarik, karena dua-duanya (Pansus BUMD dan Pansus Aset) berpotensi besar dalam rangka meningkatkan PAD kita,” sambungnya.

Dia memprediksi, jika Pansus Aset ini bisa berjalan maksimal. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa meningkat, hingga 30 persen dari yang sudah ada saat ini. Meski diakuinya, dalam proses tersebut tidak akan mudah. Hanya saja Husin mengaku optimistis, program tersebut dapat berjalan sesuai yang diinginkan.

“Kalau Pansus BUMD dan Pansus Aset ini jalan dua-duanya. Kemudian bisa memberikan hasil maksimal, kita prediksi APBD kita akan bertambah kurang lebih 30 persen. Ini memang tidak mudah, tapi harus mulai dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan kita,” tandasnya. (Yuliantono)