Mendidik Anak Saat Ini Merupakan Tantangan yang Paling Berat

Mendidik Anak Saat Ini Merupakan Tantangan yang Paling Berat
istimewa



INILAH, Bandung - Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah tatanan kehidupan manusia pada masa kini, termasuk dunia pendidikan. Dikarenakan adanya pembatasan fisik guna mencegah penyebaran virus, sistem pembelajaran pun berubah cukup drastis.

Pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, saat ini berwujud daring. Proses penugasan dilaksanakan secara daring, hingga komunikasi baik itu dengan guru maupun sesama siswa dilakukan secara virtual.

Sistem belajar mengajar ini memerlukan piranti untuk menjalankannya, yakni gawai atau gadget. Penggunaan gawai bisa menimbulkan beberapa perilaku anak yang harus diwaspadai guru maupun orangtua, seperti anak kehilangan minat dengan kegiatan lain maupun kurang bergaul.

Menyikapi ini, SMP Darul Hikam Bandung menggelar webinar parenting dengan tema Sentuhan Orang Tua vs Sentuhan Gadget, Sabtu (20/2/2021). Kegiatan ini guna berikan kesadaran kepada orangtua bahwa mendidik anak saat ini merupakan tantangan yang paling berat dengan kehadiran piranti canggih itu.

Ketua Pelaksana Acara Fikri Faturrahman menerangkan, webinar yang menghadirkan Netty Prasetiyani, anggota Komisi IX DPR RI dan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat 2018, serta Andhita Nurul Khasanah, dosen psikologi Unisba, diikuti 325 peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Indonesia.

“Acara ini membahas tentang ketahanan keluarga, dan lebih menekankan peran orangtua di saat pandemi. Serta membahas soal pemanfaatan gadget yang lebih optimal, seperti mencari informasi atau hal-hal positif,” paparnya.

Dirinya tak menyangkal, dunia internet saat ini tidak seluruhnya memuat hal baik. Tak sedikit konten negatif seperti pornografi, kejahatan siber, penjualan manusia, dan masalah lainnya. Selain itu, dampak dari penggunaan gawai berlebihan diantaranya adalah ketidakstabilan sosial emosi, menurunnya motivasi belajar, hingga yang lebih parah dan mengkhawatirkan adalah adanya gangguan psikologis bagi anak yang sudah kecanduan gawai, utamanya gim daring atau sosial media.

“Fenomena ini penting bagi orangtua. Peran orangtua penting untuk komunikasi dan komitmen. Orangtua jangan dulu langsung melarang penggunaan gadget. Harmonisasi, komunikasi, cara pandang pengasuhan harus berbarengan dalam membina keluarga, khususnya anak-anak,” terangnya.

Selain itu, Kepala SMP Darul Hikam Bandung Luqman Amin menambahkan tujuan kegiatan ini adalah, bahwa tanggung jawab bukan hanya sekolah, tapi juga orangtua karena penggunaan gadget ada di rumah. Bagaimana agar gadget tak membahayakan, serta bisa maksimal dan positif.

"Saya berharap besar dari diadakannya webinar ini adalah para peserta mampu memahami kondisi psikologis anak dan keluarga saat pandemi virus corona baru, memahami kondisi psikologi perkembangan anak, serta mengenali alasan mengapa anak menyenangi aktivitas dalam gawai juga mendapatkan tips-tips sukses menjaga ketahanan dan keutuhan keluarga di era digital,” pungkasnya. (Okky Adiana)