Jalan Rusak Akibat Galian Pipa Bahayakan Pengguna Jalan Soreang-Ciwidey

Jalan Rusak Akibat Galian Pipa Bahayakan Pengguna Jalan Soreang-Ciwidey
istimewa



INILAH,Bandung- Warga dan  para pengguna jalan di Jalan Raya Soreang-Ciwidey mengeluhkan kerusakan badan jalan bekas galian pipa air baku dari Gambung ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Raharja di Sadu Kecamatan Soreang.

 

Agus Rosidin (40) salah seorang pengguna jalan warga Ciwidey mengaku khwatir dengan kerusakan badan jalan sebelah kiri disepanjang Jalan Raya Ciwidey-Soreang. Kerusakan terjadi akibat amblas dan terjadinya penurunan permukaan tanah yang sebelumnya digali untuk penanaman pipa air baku milik Perumda Tirta Raharja.

 

"Bekas galian pipa itu memang sudah ditutup kembali. Bahkan atasnya sudah dicor, tapi banyak yang amblas dan permukaannya turun. Ini sangat membahayakan pengguna jalan, apalagi kalau musim hujan jalanan licin. Orang yang enggak tahu jalan banyak yang kecelakaan terutama pengguna motor," kata Agus di Soreang, Minggu (21/2/2021).

 

Dikatakan Agus, kerusakan badan jalan tersebut, sebenarnya telah beberapa kali terlihat diperbaiki dengan penambalan. Namun, karena bekas galian pipa dibawahnya labil dan tidak padat, maka permukaan jalan kembali amblas. Hal tersebut cukup disayangkan, padahal jalan tersebut sangat vital untuk mobilitas masyarakat Pasirjambu, Ciwidey dan Rancabali (Pacira) bahkan jalan ini juga menjadi akses utama sebagian masyarakat Kabupaten Cianjur bagian selatan yang akan berniaga atau ada urusan ke wilayah Bandung dan sekitarnya.

 

"Selain itu, jalan ini juga jalur wisata. Semua wisatawan yang hendak ke berbagai objek wisata Bandung Selatan di kawasan Ciwidey yah semua lewat jalan ini. Pengemudi yang belum hafal jalan ini banyak yang celaka karena terperosok lubang dibadan jalan. Apalagi, jalan amblas dan permukaannya tidak rata itu titiknya sangat banyak ," ujarnya.

 

Kerusakan jalan juga dikeluhkan oleh pengguna jalan di Jalan Raya Soreang-Banjaran. Jalan rusak dengan lubang yang lumayan dalam, membahayakan pengguna jalan.

 

Salah seorang pengguna jalan yang merupakan warga Kecamatan Cangkuang, Verawati (30) mengatakan bahwa dirinya harus lebih hati-hati saat melintas di jalan tersebut. Karena terdapat lubang yang cukup besar dan lebar. Ditambah lagi, kendaraan lain yang melintas biasanya memiliki kecepatan yang tinggi.

 

“Kalau kesini harus hati-hati.  Karena lubangnya tidak hanya disatu titik, saya rasa sepanjang jalan Ciherang-Kamasan-Banjaran cukup banyak ditemukan jalan berlubang,” ujarnya.

 

Saat melintas jalan tersebut, Vera mengaku pernah terjatuh karena selain berlubang, kondisi jalan dalam keadaan licin dan juga pencahayaannya pun kurang memadai. Hal tersebut dikarenakan posisi Penerangan Jalan Umum (PJU) tertutup oleh pepohonan yang ada di sekitarnya.

 

“Saya pernah terjatuh disini. Waktu itu kondisi sudah malam dan hujan, jalannya licin dan gelap,”katanya.

 

Vera mengaku heran mengapa pemerintah tidak dengan segera memperbaiki jalan berlubang ini. Padahal lokasinya tidak cukup jauh dari Komplek Pemkab Bandung. Dirinya berharap pihak-pihak terkait bisa segera memperbaiki jalan yang berlubang ini. Dan kedepannya ada pengawasan secara berkala terhadap infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Bandung.(rd dani r nugraha).