Tambang Galian C Ilegal Beroperasi Lagi, Komisi III Meminta Satpol PP Lapor ke Polisi

Tambang Galian C Ilegal Beroperasi Lagi, Komisi III Meminta Satpol PP Lapor ke Polisi
istimewa



INILAH, Tajurhalang-Komisi III DPRD Kabupaten Bogor berang akan adanya galian C ilegal yang melakukan pekerjaannya di Jalan Delima Raya, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang.

Hal itu karena, adanya galian C  ilegal dan puluhan truk bertonase besar membuat Jalan Raya Bojonggede-Kemang (Bomang) yang masih dalam pemeliharaan penyedia jasa PT Mulyagiri mengalami kerusakan di sejumlah titik.

"Jalan Raya Bomang yang belum diresmikan oleh Bupati Bogor mengalami kerusakan atau amblas di sejumlah titik, kami minta Camat Tajurhalang yang wilayahnya ada galian C ilegal mengawasi agar kegiatan galian C tidak beroperasional lagi," kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara kepada wartawan, Senin, (22/2).


Politisi Partai Gerindra ini menerangkan untuk mengantisipasi kegiatan galian C beroperasi lagi, ia pun meminta Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) mensekat Jalan Raya Bomang.

"Sore ini juga Dinas Perhubungan dan DPU-PR menaruh barrier di tengah Jalan Raya Bomang agar truk bertonase berat tidak melewati jalan ini," terangnya.

Selain itu, Sastra secara tegas pun meminta Satpol PP membuat laporan ke Polres Kota Depok baik itu pemilik lahan maupun pihak yang melakukan galian C ilegal.

"Pemilik lahan maupun pihak yang melakukan galian C ilegal jangan diancam Perda Ketertiban Umum nomor 5 Tahun 2014 dimana hukumannya berupa kunjungan penjara 3 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta tetapi harus diancam dengan  pasal 1 angka 14 Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan ancaman maksimal penjara 3 tahun dan denda Rp3 miliar," tegas Sastra.

Ditempat yang sama, Camat Tajurhalang Fikri Ikhsani mengaku pihaknya bersama Satpol PP Kabupaten Bogor sudah mensegel lokasi galian C ilegal, namun para penggali kerap membandel hingga Komiso III DPRD Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak pada hari ini.

"Kami sudah dua kali mensegel lokasi galian C ilegal dan juga memanggil pengusahanya namun ternyata mereka melakukan lagi aksinya, jujur saja kami kekurangan jumlah personil Satpo PP kecamatan hingga kami pada tahun ini meminta tambahan personil," ucap Fikri.

Pria yang juga Ketua KNPI Kabupaten Bogor ini melanjutkan karena pihak pengusaha galian C ilegal tetap membandel, pihaknya pun mendukung apabila mereka dilaporkan ke pihak kepolisian. (Reza Zurifwan)