UPI Gelar Wisuda 908 Lulusan Secara Daring

UPI Gelar Wisuda 908 Lulusan Secara Daring
istimewa



INILAH, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan Wisuda Gelombang I 2021 yang diselenggarakan secara daring melalui zoom untuk seluruh peserta wisudawan.

Hadir sejumlah perwakilan pimpinan UPI serta perwakilan wisudawan terbaik yang mengikuti kegiatan secara luring di gedung Achmad Sanusi UPI dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang sangat ketat, Rabu (24/2/2021).

Jumlah peserta Wisuda Gelombang I 2021 sebanyak 908 orang dengan rincian lulusan jenjang diploma (D3) sebanyak 14 orang, lulusan jenjang sarjana (S1) sebanyak 798 orang, lulusan jenjang magister (S2) sebanyak 69 orag, serta lulusan jenjang doktor (S3) sebanyak 27 orang.


Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) UPI Idrus Affandi menyampaikan imbauan bagi para wisudawan tentang pentingnya peran pendidik sebagai komponen penentu dalam pembangunan pendidikan Indonesia. Para wisudawan agar senantiasa merespon perubahan yang sangat dinamis dengan terus belajar dan bekerja keras dalam membangun pendidikan di Indonesia.

"Kami memberikan penekanan terhadap pentingnya pembangunan karakter bangsa dalam lingkungan pendidikan di Indonesia. UPI mampu mengambil peran dalam membangun karakter bangsa sehingga memiliki karakter dan kepribadian yang kokoh," ujar Idrus.

Dia mengungkapkan pandemi Covid-19 ini, semoga tidak mengendorkan semangat untuk menyongsong kehidupan lebih baik dan mengambil peran penting dalam membangun bangsa Indonesia.

Rektor UPI Solehuddin menambahkan kegiatan wisuda sesungguhnya merupakan fase awal dalam menjalani kehidupan profesi di tengah-tengah masyarakat. Dimana pun mereka kelak mengabdi, jagalah nama baik almamater, tetap menjadi penyebar, pencari dan pengamal ilmu, sehingga dapat berkontribusi untuk kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa.

"Jangan lupa untuk bersyukur atas apa yang telah diraih hari ini, sebagai wujud dari hamba yang beriman kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan bersyukur, insya Allah kita akan selalu ditambah nikmat dan kebahagiaan berikutnya," kata Solehuddin.

Solehuddin memberikan gagasan dan pemikiran terkait dengan Peta jalan Pendidikan Indonesia yang sedang dirumuskan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Selain kemampuan literasi dan numerasi dalam Peta jalan Pendidikan Indonesia, Kemdikbud serta DPR perlu mempertimbangkan berbagai komponen penting dalam sistem pembelajaran yang dapat dirancang sedimikian rupa sehingga dapat membangun mutu proses belajar siswa.

"Jika salah satu dari komponen tersebut tidak dirancang secara cermat, maka Peta Jalan Pendidikan Indonesia hampir tidak memiliki arah yang tepat dan jelas. Sejumlah Komponen-komponen penting dalam peta jalan Pendidikan Indonesia adalah mutu penyelenggaran LPTK dan PPG, mutu kompetensi dan kinerja guru sebagai jabatan profesional, kurikulum sekolah yang terdiversifikasi, dan Asesmen kompetensi siswa, pemetaan capaian standar dan umpan balik," pungkasnya.

Sebagai catatan, bagi lulusan terbaik berdasarkan jenjang (D3, S1, S2, dan S3) pada wisuda gelombang I tahun 2021 yaitu Ima Rahmawati Program Studi Administrasi Pendidikan Jenjang Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana dengan IPK 3,99 Cum Laude, Agus Rendra Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Jenjang Magister (S2) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) dengan IPK 3,95 Cum Laude, Reza Arsyad Nurfahmi Fazila Program Studi Ilmu Keolahragaan Jenjang Sarjana (S1) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) dengan IPK 3,88 Cum Laude, serta Muhammad Lutfi Alifian Program Studi Teknik Mesin Jenjang Diploma ( D3) Fakultas Pendidikan Teknologi Kejuruan ( FPTK) dengan IPK 3,58 Sangat Memuaskan.

Selain lulusan terbaik pada setiap jenjang, juga terdapat 11 lulusan terbaik pada setiap fakultas yaitu Denarena Qurotul Ain Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dengan IPK 3,67 Cumlaude), Rahmalia Khairunnisa Program Studi Pendidikan Sosiologi (Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) dengan IPK 3,87 sangat memuasakan, Adhea Tsabitah Sulistiyo Program Studi Pendidikan Bahasa Korea Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) dengan IPK 3,83 sangat memuaskan dan lainnya. (Okky Adiana)