Tilep Dana Desa dan Rutilahu, EH Mantan Kades Sukawangi Langsung Masuk Bui

Tilep Dana Desa dan Rutilahu, EH Mantan Kades Sukawangi Langsung Masuk Bui
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Sukamakmur - Mantan Kepala Desa Sukawangi berinisial EH (41) langsung ditahan dan dijadikan tersangka setelah diperiksa oleh Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Dia menjadi tersangka karena diduga menyelewengkan dana desa dan bantuan keuangan lainnya pada TA 2019 sebesar Rp1 miliar yang dalam perencanaan ditujukan untuk pembangunan insfrastruktur jalan di beberapa titik di Desa Sukawangi.

EH diperiksa selama 7 jam, setelah memenuhi panggilan Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Kamis (25/2/2021) pada pukul 11.00 WIB. Dia pun langsung ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.


"EH dijadikan tersangka dan dititip tahan Ruang Tahanan Mako Polres Bogor karena dalam perencanaan pembangunan  insfrastruktur jalan dan rumah tidak layak huni (Rutilahu) tidak mengerjakannya secara tuntas atau tidak terealisasi sepenuhnya dari perencanaan Pemdes Sukawangi,"  kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Munaji kepada wartawan, Kamis, (25/2).

Dia menerangkan EH terancam dengan pasal 2 dan 3 UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto UU Nomor 20/2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor).

"Berdasarkan hasil audit dan pemeriksaan, negara mengalami kerugian sebesar Rp905 juta, dengan ancaman UU Tipikor diatas tersangka bisa dihukum penjara maksimal 20 tahun," terangnya.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Bambang Winarno menuturkan dalam penetapan tersangka EH, jajarannya sudah meminta keterangan 13 orang saksi baik saat penyelidikan maupun penyidikan.

"12 orang saksi mulai dari Kades Sukawangi yang baru, staf Pemdes Sukawangi hingga Camat Sukamakmur Agus Manjar. Berdasarkan keterangan para saksi uang hasil Tipikor sementara ini hanya dinikmati  tersangka EH seorang diri," tutur Bambang.

Dia melanjutkan, terungkapnya kasus penyelewengam dana desa dan bantuan keuangan ini berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat setempat dan temuan lapangan jajarannya.

"Awalnya kami mendapatkan info dari masyarakat, lalu menjadi temuan. Setelah kami minta bantuan audit ke Inspektorat Kabupaten Bogor ternyata ada kerugian negara dalam pengelolaan DD dan bantuan keuangannya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)