Hukum Qiraah dengan Langgam Tembang Macapat

Hukum Qiraah dengan Langgam Tembang Macapat
Ilustrasi/Net



 Bacaan Al Quran dalam peringatan Isra Miraj di Istana Negara menimbulkan pro dan kontra. Dalam pembacaan Al Quran yang dibacakan oleh qari Muhammad Yasser Arafat tersebut, ia membaca dengan menggunakan lagu langgam khas macapat Jawa yang dinamakan Langgam Nusantara.

Rektor Institut Ilmu-ilmu Al Quran, Dr Muhammad Ahsin Sakho menyatakan bahwa hal itu tidak ada dalil yang melarang. "Ini adalah perpaduan yang baik antara seperti langit kallamullah yang menyatu dengan bumi yakni budaya manusia. Itu sah diperbolehkan,"kata Rektor Institut Ilmu Al Quran, Ahsin Sakho, Ahad (17/5).

Hanya saja, Ahsin melanjutkan, bacaan pada langgam budaya harus telap berpacu seperti yang diajarkan Rasul dan para sahabatnya. Dalam hal ini, tajwid dalam hukum bacaannya. "Panjang pendeknya, mahrojnya," kata dia.


Ahsin kembali menjelaskan, cara membaca Al Quran yang mengacu pada langgam budaya Indonesia sangat diperbolehkan dan tidak ada dallil shohih yang melarang hal demikian. Hanya saja, dia melanjutkan, dirinya belum pernah mendengar Jawabul Jawab di dalam langgam Cina, atau pun di Indonesia.

Sementara itu menurut Ustadz Toha Husain Al Hafidz, murid Imam Masjidil Haram Syaikh Suud Ash Shuraim di Purwokerto, ada 3 kesalahan dalam membaca Al Quran dengan lagu Dandanggulo yang dibawakan Muhammad Yaser Arafat tersebut:

1. Kesalahan tajwid. Bacaan maadnya dipaksa mengikuti kebutuhan lagu.

2. Kesalahan logat. Al Quran harus diucapkan dengan logat Arab. Biasanya dengan qiraat sabah atau qiraat asyrah.

3. Kesalahan takalluf. Memaksakan untuk meniru lagu yang tak lazim untuk Al Quran.

Dan yang paling fatal kalau ada kesalahan niat. Yaitu merasa perlu menonjolkan kejawaan atau keindonesiaan atau kebangsaan dalam berinteraksi dengan Al Quran, membangun sikap ashabiyyah dalam ber-Islam.

"Allah yahdina wa yahdihim. Semoga Allah menjaga keikhlasan kita dalam mencintai Quran. wallahu alam bisshawab," harapnya.

Dalam sebuah hadits dhaif Rasulullah bersabda,

"Bacalah Al Quran dengan lagu dan suara orang arab. Jauhilah lagu/irama Ahli Kitab dan orang orang fasiq. Nanti akan ada orang datang setelahku membaca Al Quran seperti menyanyi dan melenguh, tidak melampau tenggorokan mereka. Hati mereka tertimpa fitnah, juga hati orang yang mengaguminya." (HR. Tarmidzi). [mozaik,.inilah.com ]

Sumber : Fimadani