Jenal Minta Seluruh Guru di Kota Bogor Vaksinasi

Jenal Minta Seluruh Guru di Kota Bogor Vaksinasi



INILAH, Bogor - Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jenal Mutaqin mendorong semua guru dan tenaga pendidik Kota Bogor menjadi prioritas penerima vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Hal ini agar menjadi salah satu ikhtiar dipertimbangkannya pembelajaran tatap muka, karena banyak orang tua yang berharap agar pembelajaran tatap muka diberlakukan kembali.

"Saya minta guru menjadi prioritas, karena secara psikologis, mutu pendidikan berbeda antara pembelajaran secara daring dengan pembelajaran tatap muka," ungkap Jenal kepada wartawan pada Selasa (2/3/2021).

Jenal menambahkan, vaksinasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.


"Saya berharap vaksin ini betul-betul sebagai treatment terakhir yang berhasil memutus mata rantai Covid-19, sehingga ke depan masyaraka bisa melakukan aktivitas normal seperti biasanya," tambah Jenal yang merupakan dewan tiga periode ini.

Ia menekankan, pada vaksinasi tahap kedua ini, diharapkan semua guru dan tenaga pengajar mendapat vaksinasi, karena alasan tadi itu, banyak orang tua yang berharap agar pembelajaran tatap muka diberlakukan kembali. Sebagai orang tua murid juga ia membeberkan secara psikologis, mutu pendidikan berbeda antara pembelajaran secara daring dengan pembelajaran tatap muka.

"Di tahap dua ini, guru dan pelaku usaha mendapat vaksinasi agar perekonomian masih tetap stabil dan berjalan dengan tidak terganggu situasi pandemi Covid-19," terangnya.

Jenal menjelaskan, bahwa soal vaksìn ini masih banyak masyarakat yang belum tahu jenis vaksin yang digunakan, untuk itu dirinya meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk mensosialisasikan vaksin tahap kedua ini jenis vaksin apa.

"Ya, masih banyak masyarakat yang belum tahu jenis vaksinnya apa, apakah itu Sinovac atau Bio Farma. Perbedaan vaksin tahap pertama apa dan tahap kedua ini apa, secara medis dan klinis vaksin pertama dan kedua apakah ada perbedaan bagi tubuh kita," tuturnya.

Jenal mengaku, tidak ada persiapan mengikuti vaksinasi ini, selain itu ia juga mengaku tidak mengalami efek samping setelah disuntik vaksin, namun hanya sedikit pusing dan itu karena psikologis ketakutan, karena memang dirinya ada rasa takut terhadap jarum suntik.

"Insya Allah saya masih sehat, kalau ada keluhan berlanjut saya harus segera hubungi Dinkes Kota Bogor untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tadi sudah konsultasi dengan dokternya setelah di vaksin," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menargetkan, vaksinasi tahap 2 selesai sebelum buka suci ramadan. Vaksinasi tahap kedua ini diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN), anggota DPRD, guru, TNI, Polri, dosen, pelaku ekonomi, ojek, sopir angkot dan wartawan.

"Kota Bogor telah menerima vaksin untuk tahap 2 ini sebanyak 69.570 dosis untuk 34.785 orang. Namun vaksin sebanyak itu masih belum mencukupi karena belum termasuk untuk kelompok usia lanjut atau lansia. Karena target tahap ke-2 ini termasuk lansia dengan total 86.143 orang, jadi masih kurang sebetulnya. Untuk itu kami masih ingin mengupayakan agar yang belum ini diprioritaskan," pungkasnya. (rizki mauludi)