Berharap Program Petani Milenial Bikin Ekonomi Daerah Meningkat

Berharap Program Petani Milenial Bikin Ekonomi Daerah Meningkat
istimewa



INILAH,Bandung– Program 5.000 petani milenial yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan bisa menjadi peluang peningkatan ekonomi di daerah. Apalagi dalam situasi pandemi covid 19, program tersebut diharapkan  dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan bahwa salah satu kegiatan ekonomi yang masih bertahan meski ada pandemi Covid 19 adalah sektor pertanian. Meski demikian, banyak disparitas terkait dengan kesempatan harga barang, dari satu daerah produsen dengan petani dan juga dititik akhir ryaitu pasar atau konsumen.

“Saya pikir menjadi peluang bagi peningkatan kemampuan ekonomi di daerah kita,” kata Tisna di Soreang, Selasa (2/3/2021).


Dikatakan Tisna, di Kabupaten Bandung banyak peluang atau potensi yang bisa menunjang program petani milenial tersebut. Diantaranya adalah banyak lahan pertanian yang bisa dikerjasamakan, banyak kesempatan pasar yang bisa diraih dan juga banyak generasi muda yang memang memiliki kemampuan atau kompetensi di bidang pertanian.

“Kita masih mengidentifikasi lahan-lahan Hak Guna Usaha (HGU), misalnya lahan yang punya pihak Perhutani maupun perkebunan yang bisa dikerjasamakan,” ujarnya.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena dalam program petani milenial ini memang ada beberapa konsep yang diterapkan. Misalnya, jika ada pemuda yang punya kegiatan dan akses tapi tidak punya lahan maka akan diberi lahan. Jika pemuda tersebut sudah punya lahan tapi tidak punya akses modal, maka akan diberi modal. Atau jika tidak memiliki akses pasar, maka akan dibantu proses pemasarannya. 

“Ada beberapa yang ke kita (daftar program petani milenial), tapi itu kan langsung ke provinsi, jadi nanti kita akan terus kawal sehingga bisa dilaksanakan di kita,” katanya.

Tisna memastikan Kabupaten Bandung siap melaksanakan program petani milenial. Tapi, ungkap Tisna, semuanya dilakukan secara berproses.(rd dani r nugraha).