Hikmah di Balik Pandemi bagi Siswi SMA EGS Bandung

Hikmah di Balik Pandemi bagi Siswi SMA EGS Bandung
Istimewa



INILAH, Bandung - Selama pandemi berlangsung, Hayya Vevila Faisal jadi suka membaca, utamanya berbahasa Inggris. Padahal sebelumnya siswi SMA Edu Global School (EGS) yang berpusat di Jalan Juanda (Dogo), ini bisa dibilang anak yang kurang suka membaca.

Selama karantina ini banyak hal yang sudah dijalani dan bahkan tidak pernah membayangkan ini akan terjadi. Jujur ketika awal masa karantina, siswi kelas XI ini merasa senang karena akan melakukan pembelajaran dari rumah selama dua minggu, dia mengangap dua minggu itu waktu yang cukup untuk bersantai-santai di rumah sembari belajar.

Setelah dua minggu belajar dari rumah, Hayya mendapat kabar bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ ) akan diperpanjang lagi. Dari situ, dia mulai merasa bosan di rumah, apalagi keadaanya waktu itu lagi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dia diharuskan diam di rumah selama kurang lebih dua bulan.


"Aku merasa marah dan sedih karena keadaan ini tidak ada ujungnya, karena hal itu mood aku di rumah kadang naik turun dan aku malah stress sendiri," ucap Hayya, Rabu (3/3/2021).

Selama dua bulan berlalu, Hayya merasa bosan dan kangen ke suasana sekolah, kangen nongkrong bareng teman-teman, apalagi biasanya pulang ke rumah itu Magrib dan paginya udah ada di sekolah lagi.

Dengan kondisi yang baru ini, dia harus adaptasi dengan kebiasaan yang baru, mulai dari situ dia pun mencoba hampir semua hal yang bisa dilakukan di rumah, mulai dari baca buku, olahraga tiap hari, editing video, bikin makanan ala aplikasi Tiktok, nonton film dan tentunya menghabiskan waktu bersama keluarga.

"Setelah tahun ajaran baru dimulai aku sudah merasa terbiasa dengan PJJ, malah aku merasa nyaman dengan kondisi belajar jarak jauh ini. Aku mulai melalukan rutinitas-rutinitas yang sebelumnya tidak pernah aku lakukan, mulai dari membaca dan olahraga setiap hari bahkan aku menulis sebuah diary setiap malam! Aku merasa rutinitas baru yang aku jalani menjadikan aku orang yang lebih baik lagi," paparnya.

Sekitar September akhir kata Hayya, Student Government (OSIS) di SMA EGS Bandung membuka pendaftaran untuk calon pengurus baru. Student Government memilki program yang bernama Flowers Day, di acara ini Hayya dengan rekan-rekannya menjual bunga dan coklat yang bisa dikirim ke orang sebagai tanda kasih sayang. 

"Ada sekitar 113 pesanan bunga yang harus kita antarkan, jujur sebenarnya kita sedikit kewalahan, karena awalnya kita enggak memperkirakan akan mendapatkan lebih dari 100 pesanan, apa lagi kondisi yang seperti sekarang ini, pengantaran bungapun menjadi kendala yang cukup besar buat kita. Ada banyak hal yang bisa menjadi pelajaran dari event Edu Flowers Day ini, mulai dari komunikasi, pembagian jobdesk dan kematangan susunan rencana suatu acara," pungkas Hayya. (Okky Adiana)