Dirumorkan Incar Stefano Lilipaly dan Ezra Walian, Robert Alberts Bicara Anggaran Persib

Dirumorkan Incar Stefano Lilipaly dan Ezra Walian, Robert Alberts Bicara Anggaran Persib
Foto: persib.co.id



INILAH, Bandung - Persib Bandung kembali dirumorkan dengan sejumlah pemain ternama. Kali ini, tim berjulukan Maung Bandung ini dikabarkan tengah memburu tandatangan Stefano Lilipaly dan Ezra Walian. 

Dua pemain itu bahkan sudah ramai diperbincangkan di media sosial. Terlebih, keduanya sama-sama berasal dari Belanda yang memang menjadi kebiasaan Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts dalam merekrut pemain. 

Robert tak menampik sempat berkomunikasi dengan kedua pemain tersebut. Pelatih berusia 65 tahun ini juga lantas memberikan keterangan mengenai situasi yang dialami saat ini. 


"Jika melihat Lilipaly dan Ezra yang disebutkan di pertanyaan ini, tentu keduanya adalah pemain yang berkualitas. Banyak tim di Liga yang ingin memiliki pemain-pemain ini karena mereka datang dengan membawa kualitas," kata Robert di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Namun demikian, Robert tidak bisa memaksakan keinginannya untuk memiliki Stefano Lilipaly ataupun Ezra Walian. Sebab Persib Bandung memiliki keterbatasan anggaran dalam merekrut pemain baru. 

"Seperti yang saya katakan kemarin, ini bukan soal keinginan tapi juga soal uang, soal anggaran," tegasnya.

Robert memastikan Persib merupakan tim yang sangat baik dalam mengatur keuangan. Tujuannya agar para pemain, pelatih tetap mendapatkan haknya. 

"Dan itu hal yang paling penting, kami tidak bisa merekrut pemain di luar budget, lalu di bulan berikutnya tidak bisa membayar gaji dan membuat kecewa," tuturnya. 

Menurutnya, pengelolaan keuangan yang sangat baik harus dimiliki setiap klub. Sehingga klub bisa terus eksis dalam setiap kejuaraan yang dihadapi. 

"Jadi jika saya berbicara dengan Lilipaly, Ezra atau sebut lah nama Ronaldinho, Messi, De Gea, Ronaldo atau Van Dijk, saya menjalin komunikasi dengan mereka tapi pada akhirnya apakah kami mampu atau tidak (membayarnya)," jelasnya. (Muhammad Ginanjar)