Nikah Muda? Why Not, Daripada Pacaran Mendekati Zina...

Nikah Muda? Why Not, Daripada Pacaran Mendekati Zina...
Ilustrasi/Net



BANYAK yang memandang pernikahan di usia muda itu sebagai keanehan. Umumnya berpikir ingin matang dulu secara ekonomi, baru mencari jodoh. Begitukah pandangan islam?

Sebenarnya, menikah muda sangatlah dianjurkan dalam islam. Apalagi di zaman sekarang ini dimana budaya pacaran sudah bukanlah hal tabu. Padahal ulama sepakat pacara itu haram karena mendekati zina.

Pacaran adalah hubungan terlarang karena di dalamnya banyak dilakukan hal-hal yang melanggar syariat. Seperti saling memandang lawan jenis, berdua-duaan dengan yang bukan mahram, hingga saling bersentuhan.


Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

Ustaz Abu Ukkasyah Aris Munandar dikutip konsultasisyariah menjelaskan, bahwa menikah muda sangatlah dianjurkan untuk menghindari hal-hal terlarang di zaman milenial saat ini.

Bahkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan para pemuda untuk segera menikah. 

Imam Ahmad mengatakan, “Sepatutnya orang di zaman sekarang (pada zaman imam Ahmad -pen) untuk mencari hutang untuk menikah, supaya dia tidak memandang hal-hal yang tidak halal sehingga amal shalih yang dilakukan menjadi sia-sia.” (Ta’zhim As-Sunnah hal.23). Jika demikian di zaman imam Ahmad, bagaimana lagi dengan zaman sekarang?! Allahu'alam