SMAN 2 Padalarang Terus Kembangkan SMATER

SMAN 2 Padalarang Terus Kembangkan SMATER
Kepala SMAN 2 Padalarang Toto Suharya. (antara)



INILAH, Bandung - SMAN 2 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada 2014 lalu, telah merintis sekolah terbuka atau biasa disebut SMATER di tingkat nasional. Secara keseluruhan, sekolah ini memiliki siswa sebanyak 1.900 orang, siswa reguler 1.256 dan siswa terbuka 644 orang.

Perlu diketahui, siswa SMATER di SMAN 2 Padalarang umumnya anak putus sekolah karena faktor ekonomi, namun mereka memiliki keterampilan khusus, seperti menjahit dan lain sebagainya.

Kepala SMAN 2 Padalarang Toto Suharya mengatakan ketika wabah Covid-19 melanda tanah air dari satu tahun ke belakang, pembelajaran jarak jauh (PJJ) pun kerap dilakukan oleh para siswa secara efektif dan terukur.


Karena sudah terbiasa melakukan PJJ, maka selama ini hanya melakukan adaptasi terhadap KBM yang sudah ada dan dibantu dengan berbagai aplikasi sebagai penunjangnya, seperti aplikasi Eduku. “Selama pembelajaran di masa pandemi kami hanya beradaptasi saja,” kata Toto, Kamis (4/3/2021).

Selain itu, pihak sekolah terus mengembangkan sistem pembelajaran yang ada. Di antaranya, melaksanakan Program of International Student Assessment (PISA), Program Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) dengan berbasis riset karya tulis ilmiah. Hal tersebut dilakukan untuk pengembangan kapasitas diri para siswanya.

"Diharapkan ke depan menghasilkan penemuan atau pemikiran positif yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar," ucap Toto.

Toto juga memiliki perhatian yang tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah KBB. Menjadikan PISA sebagai standar internasional dan pemetaan pendidikan di KBB. Tujuannya agar siswanya siap menghadapi kemajuan zaman, termasuk fokus terhadap kualitas dan mutu siswa di wilayah KBB. “Kami ingin bergerak dengan lingkup internasional,” kata Toto.

Dia menilai, secara geografis di KBB tidak sedikit anak usia sekolah yang memiliki kendala ekonomi, sehingga rawan putus sekolah. Oleh sebab itu SMAN 2 Padalarang ditunjuk sebagai salah satu penyelenggara sekolah terbuka di KBB. Setelah lulus para siswa SMATER akan memiliki ijazah yang sama dengan siswa reguler. Sehingga ada kebijakan learning management system yang berbeda dengan sekolah lain.

Di SMAN 2 Padalarang juga telah memberikan bantuan fasilitas device kepada siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Digenjotnya pendidikan dengan tanggung jawab bersama sangat diperlukan, seperti pendidikan primer nggak boleh berubah, terutama minat baca. Harus ada inovasi dalam pendidikan, karena bukan pekerjaan instan dalam mendidik,” pungkas Toto. (okky adiana)