Warga Lebak Diminta Waspada Banjir Memasuki Pancaroba

Warga Lebak Diminta Waspada Banjir Memasuki Pancaroba
Ilustrasi/Antara Foto



INILAH, Lebak- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengingatkan masyarakat di daerah ini agar waspada banjir sehubungan memasuki pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau.

"Kami menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diprakirakan siang sampai sore berpeluang adanya curah hujan lebat," kata Pelaksana Harian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama di Lebak, Minggu (7/3).

Masyarakat Kabupaten Lebak tentu dapat meningkatkan kewaspadaan banjir guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa.


Peluang hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran kilat terjadi siang hingga sore hari, karena memasuki masa pancaroba dari hujan ke musim kemarau.

Meski hujan lebat berlangsung dua sampai tiga jam, namun bisa menimbulkan banjir di permukiman warga.

Sebab, banjir yang terjadi di Kampung Lebak Picung Kelurahan Cijoro Lebak, Sabtu (6/3) hingga merendam puluhan rumah akibat saluran drainase tidak berjalan lancar ke aliran Sungai Ciujung.

Karena itu, pihaknya minta masyarakat melaksanakan gotong royong dengan membersihkan saluran drainase juga tidak membuang sampah sembarangan.

Saat ini, kata dia, banjir yang terjadi di pemukiman karena banyak tumpukan sampah ke saluran drainase, sehingga air mampet dan tidak berjalan lancar.

BPBD Lebak secara masif menyampaikan masyarakat tidak membuang sampah ke saluran draenase maupun aliran sungai sehubungan memasuku masa pancaroba itu.

Dimana masa pancaroba tentu potensi curah hujan lebat disertai angin kencang dan berdampak terjadi banjir di sejumlah daerah itu.

Selama ini, kata dia, kecamatan yang menjadi "langganan" banjir di Kabupaten Lebak tersebar di 16 kecamatan, antara lain Rangkasbitung, Kalanganyar, Cipanas, Curugbitung, Muncang, Sobang dan Lebakgedong, Cibeber, Cilograng, Bayah, Cihara, Cigemblong , Bojongmanik, Banjarsari, Leuwidamar, dan Cimarga.

Ribuan warga tinggal di permukiman yang lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Ciberang, Cisimeut, Ciujung, Cimadur, Cilangkahan, dan Cicinta.

"Kami minta warga jika curah hujan tinggi lebih baik mengungsi ke lokasi yang aman dari bencana alam itu," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan BPBD Lebak menjamin persediaan logistik berupa beras, makanan siap saji,aneka makanan hingga minuman kemasan dan obat-obatan.

Persediaan logistik itu cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan,sehingga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi warga pascabencana alam tersebut.

Selain itu juga peralatan evakuasi disiapkan, seperti perahu motor, pakaian pelampung, gergaji mesin dan kendaraan operasional.

"Kami siaga selama 24 jam menghadapi masa pancaroba itu agar optimal melayani warga jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam," ujarnya.

Ia juga mengatakan, BPBD Lebak kini menyalurkan logistik kepada warga yang dilanda banjir di Kecamatan Rangkasbitung dan Cibadak.

Dimana mereka terendam banjir dengan ketinggian 60-90 sentimeter akibat hujan lebat itu,namun beruntung tidak ada korban jiwa.

"Kami menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban ekonomi warga yang terdampak bencana alam itu," katanya.